Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Marbot hingga Ketua RT di Lotim Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Supardi
Penulis: Supardi❯

 


Advertisement

JAMINAN SOSIAL: Bupati Lombok Timur bersama Ketua Baznas, dan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lotim menyerahkan kartu BPJS ketenagakerjaan secara simbolis kepada guru ngaji dan marbot yang mendapatkan jaminan sosial.
JAMINAN SOSIAL: Bupati Lombok Timur bersama Ketua Baznas, dan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lotim menyerahkan kartu BPJS ketenagakerjaan secara simbolis kepada guru ngaji dan marbot yang mendapatkan jaminan sosial.

LombokPost-Pemkab Lombok Timur (Lotim) melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lotim mendaftarkan 1.087 guru ngaji, marbot, ketua RT, dan Kepala Lingkungan (Kaling) sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kepesertaan itu diberikan sebagai jaminan sosial.

“Pemkab Lotim saat ini belum bisa berbuat banyak, masih sifatnya step by step. Yang kita bayarkan saat ini baru 14 kecamatan. Tujuh kecamatan InsyaAllah akan menyusul,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin, Jumat (14/8).

Advertisement

Jumlah marbot di Lotim diakui sangat banyak. Namun, belum semuanya bisa terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Tugas marbot dan guru ngaji dinilai cukup berat dan mulia dalam melayani masyarakat.

Mereka juga membantu pemerintah menjaga dan memberikan ilmu kepada generasi muda. Ketua RT dan Kaling juga memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat, terutama dalam memelihara kedamaian, kenyamanan, dan ketertiban lingkungan.

Advertisement

Pekerjaan para penerima manfaat dinilai sangat rentan mengalami kecelakaan kerja. Karena itu, mereka membutuhkan jaminan kecelakaan kerja.

“RT dan kepala lingkungan sudah jelas dia punya tugas dari pemerintah. Namun selama ini mereka belum memiliki jaminan sosial. Sementara risiko kecelakaan selalu ada,” jelasnya.

Selain guru ngaji dan marbot, Pemkab Lotim selama ini juga telah mendaftarkan pekerja rentan lainnya. Di antaranya petani, nelayan, buruh tembakau, dan pekerja lainnya. Bahkan, banyak yang sudah mendapatkan manfaat asuransi kecelakaan kerja, kematian, dan beasiswa bagi anak-anak mereka.

“Mereka sudah banyak yang mendapatkan premi, bahkan sampai ada yang menerima Rp 200 juta, Rp 70 juta dan banyak lagi, tergantung jaminan yang diambil,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lotim Yohan Firmansyah menyampaikan, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di Lotim hingga saat ini tercatat sebanyak 10 ribu lebih. Peserta terdiri atas beberapa segmentasi, yakni penerima upah (PU), bukan penerima upah (BPU) atau pekerja mandiri, jasa konstruksi, dan pekerja migran.

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dorong Perlindungan Pekerja Informal, Muazzim Akbar Perjuangkan Subsidi Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Dorong Perlindungan Pekerja Informal, Muazzim Akbar Perjuangkan Subsidi Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Anggota Komisi IX DPR RI H Muazzim Akbar mensosialisasikan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat NTB.

BPJS Ketenagakerjaan Klarifikasi Video Viral OPK, Tekankan Pembelajaran Aman dan Terstruktur

BPJS Ketenagakerjaan Klarifikasi Video Viral OPK, Tekankan Pembelajaran Aman dan Terstruktur

BPJS Ketenagakerjaan menegaskan OPK mengedepankan pembelajaran terstruktur, keselamatan peserta, dan pengembangan karakter.

Dorong Ahli Waris Bangkit dan Mandiri melalui Kegiatan PEKA, Pojok PEKA Akan Jadi Ruang Pemasaran Produk Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan NTB

Dorong Ahli Waris Bangkit dan Mandiri melalui Kegiatan PEKA, Pojok PEKA Akan Jadi Ruang Pemasaran Produk Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan NTB

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian berkelanjutan kepada penerima manfaat atau ahli waris peserta yang mengalami risiko Jaminan Kematian.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer