Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahasa Sasak Mulai Jarang Digunakan Anak-anak

Supardi
Penulis: Supardi❯
BUKA FTBI : Kepala UPT Dikbud Kecamatan Selong membuka Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Kecamatan Selong, ditandai dengan pemukulan gong.
BUKA FTBI : Kepala UPT Dikbud Kecamatan Selong membuka Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Kecamatan Selong, ditandai dengan pemukulan gong. 

Advertisement

LombokPost-Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Selong menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SD dan SMP untuk memperkuat kecintaan peserta didik terhadap bahasa Sasak. Kegiatan itu juga menjadi upaya menjaga penggunaan bahasa daerah yang dinilai mulai berkurang, terutama di wilayah perkotaan.

“Ini program rutin Dikbud Lotim dalam rangka meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap bahasa daerah, menjaga bahasa daerah agar tidak hilang,” terang Kepala UPT Dikbud Kecamatan Selong Muhammad Safi’i, Minggu (6/9).

Kata dia, penggunaan bahasa daerah saat ini mulai berkurang di tengah masyarakat. Salah satunya disebabkan masyarakat lebih sering menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga.

Karena itu, kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas, namun juga dapat menggali tunas-tunas baru yang mencintai bahasa daerah. Adapun kegiatan ini menghadirkan berbagai mata lomba, seperti pidato menggunakan bahasa Sasak, puisi, begolohan atau stand up comedy bahasa Sasak, cerita pontek (cerpen), nembang, dan lainnya.

“Kami berharap para peserta yang mengikuti FTBI dapat menjadi duta yang ikut melestarikan bahasa Sasak,” ujarnya.

Advertisement

Pelestarian bahasa daerah dinilai penting dilakukan, terutama di tengah perkembangan zaman saat ini, tanpa mengesampingkan penggunaan bahasa Indonesia maupun penguasaan bahasa asing.

Penggunaan bahasa daerah di sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Selong dinilai sangat minim. Kendati demikian, beberapa sekolah telah memasukkan bahasa daerah sebagai pelajaran muatan lokal (mulok) untuk menjaga bahasa Sasak.

“Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing. Kita berharap literasi ini terus tumbuh dan berkembang di kalangan peserta didik,” katanya.

Keluarga juga disebut memiliki peran penting dalam menjaga bahasa ibu. Sebab, penggunaan bahasa Indonesia yang semakin dominan di lingkungan keluarga dikhawatirkan membuat generasi muda semakin jauh dari bahasa daerahnya.

“Jangan sampai kita lupa terhadap bahasa daerah sendiri. Tetap lestarikan apalagi sampai dilupakan, karena itu adalah bahasa ibu,” tegasnya.

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Keren, Siswi MAN 2 Mataram Raih Emas Olimpiade Bahasa Mandarin Nasional

Keren, Siswi MAN 2 Mataram Raih Emas Olimpiade Bahasa Mandarin Nasional

Siswi MAN 2 Mataram Khalisha Afra Madina meraih medali emas Olimpiade Bahasa Mandarin nasional, sekaligus catatan perdana Manda Mandarin Clu

Rawat Identitas Generasi Muda, Dikbud Lombok Barat Sukses Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu 2026

Rawat Identitas Generasi Muda, Dikbud Lombok Barat Sukses Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu 2026

Dikbud Lobar sukses gelar Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 di Narmada. Lestarikan bahasa Sasak demi rawat karakter generasi muda.

OBA ke-9 NTB Diikuti 116 Siswa, Bahasa Arab Diperkuat di Era AI

OBA ke-9 NTB Diikuti 116 Siswa, Bahasa Arab Diperkuat di Era AI

OBA ke-9 NTB diikuti 116 siswa dan 64 guru. Kompetisi Bahasa Arab ini juga membahas pembelajaran Bahasa Arab di era AI.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer