Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Suarni Pembuat Terasi Jor

S
Penulis: Supardi❯
TERASI UDANG: Seorang buruh pembuat terasi udang asli di Dusun Jor sedang mengangkat terasi yang sudah kering di tempat penjemuran.
TERASI UDANG: Seorang buruh pembuat terasi udang asli di Dusun Jor sedang mengangkat terasi yang sudah kering di tempat penjemuran.

Advertisement

LombokPost-Aroma terasi menyeruak, menyapa siapa saja yang sedang melintas di Jalan Raya Jerowaru ke arah Pantai Pink. Memasuki pintu masuk Dusun Jor, Desa Jerowaru, terasi-terasi yang telah dipotong kecil-kecil berjejer rapi saat dijemur di pekarangan rumah warga.

Hampir sepanjang jalan Dusun Jor dipenuhi terasi yang sedang dijemur dengan berbagai ukuran, mulai dari sebesar permen hingga sebesar telapak tangan anak-anak. Dari puluhan pengusaha dan pembuat terasi Jor, satu di antaranya adalah Suarni, 66 tahun.

Suarni bercerita, usaha terasi udang ini digeluti sejak 1996. Pembuatan terasi sudah menjadi usaha turun-temurun sejak nenek moyang masyarakat di Dusun Jor dan menjadi mata pencaharian sebagian masyarakat.

“Saya salah satu pembuat terasi yang cukup lama. Saya sudah 30 tahun membuat terasi,” terang Suarni, Minggu (6/9).

Sebelum fokus berjualan di rumahnya, ia berjualan ke sejumlah pasar tradisional di Lotim. Saat itu, terasi yang dijual hanya terasi merah karena ia belum memiliki merek dan kemasan khusus seperti sekarang.

Advertisement

Seiring berjalannya waktu, para pelanggan terasi merah mulai berkurang. Ia akhirnya bertransformasi dengan membuat terasi udang asli menggunakan kemasan dan membuat merek Terasi Udang Asli Putri Nyale.

“Pelanggan terasi saya di pasar dulu sudah banyak yang meninggal. Jadi saya beralih ke terasi kemasan, tidak lagi menjual terasi merah yang dipotong-potong besar,” bebernya.

Kata dia, dalam pembuatan terasi kemasan ini, ia mendapatkan pendampingan dan mengikuti berbagai pelatihan UMKM dari Dinas Koperasi dan UMKM Lotim. Bahkan, ia juga kerap mengikuti pelatihan UMKM di Mataram serta mendapatkan bantuan modal, mesin, dan gudang dari Dinas Kelautan dan Perikanan.

Sejak itu, produknya mulai tertata rapi dan dikenal. Terlebih, produk-produk miliknya sudah dilengkapi legalitas, izin, hingga label halal. Hal ini membuat terasi miliknya banyak dilirik pembeli lokal maupun luar daerah, seperti Jawa, Bali, hingga Jakarta.

“Saya punya pelanggan tetap, dari Gerung, Mataram, Selong, Kopang. Kalau di luar daerah dari Bali, Jawa dan Jakarta yang tetap beli setiap minggu,” ungkapnya.

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Melihat Pelatihan Membuat Terasi dari LimbahTambak Udang di Lombok Utara 

Melihat Pelatihan Membuat Terasi dari LimbahTambak Udang di Lombok Utara 

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLU menggelar pelatihan pembuatan terasi dari limbah tambak udang, pada Senin (15/6)

Ibu-ibu di Lombok Utara Sulap Limbah Tambak Udang Jadi Terasi

Ibu-ibu di Lombok Utara Sulap Limbah Tambak Udang Jadi Terasi

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLU menggelar pelatihan pembuatan terasi dari limbah tambah udang, Senin (15/6). Pel

Terasi Putri Nyale, Tiga Dekade Warisan Turun Temurun

Terasi Putri Nyale, Tiga Dekade Warisan Turun Temurun

Di Dusun Jor, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, terdapat pengolahan terasi yang telah menjadi bagian dari denyut ekonomi masyaraka

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer