
LombokPost-Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim) Moh Edwin Hadiwijaya meminta masyarakat Lotim lebih jeli memilih calon kepala desa pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak mendatang. Permintaan itu disampaikan di tengah pemotongan anggaran dana desa saat ini.
“Masyarakat harus betul-betul tercerahkan, untuk memilih calon. Jangan pilih kepala desa yang tidak punya jaringan, tidak punya akses, karena dana desa (DD) sekarang sangat terbatas,” terang Wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya di Selong, Selasa (15/9).
Kata dia, di tengah pemotongan DD saat ini, para kades dituntut untuk lebih aktif dan kreatif mencari program-program dari luar sehingga jaringan sangat dibutuhkan untuk menjemput program dari kementerian, DPRD, maupun pihak lainnya.
Menurutnya, jika hanya mengandalkan DD yang sangat kecil, desa tidak akan bisa berbuat banyak untuk kemajuan desa. Karena itu, dibutuhkan program-program lain yang bisa dibawa ke desa masing-masing.
“Kalau tidak begitu, kan sulit. Sementara dana desa sekarang kecil, untuk gaji kader saja sangat besar, belum yang lain,” ungkapnya.
Dia menekankan masyarakat harus lebih cerdas memilih calon kades yang bagus dan mampu membangun desa dengan mendatangkan program-program untuk kemajuan desa.
“Sekarang tugas kita bersama adalah mencerdaskan pemilih ini, jangan sampai menyesal, 8 tahun loh nanti jabatannya. Terus dananya dipotong. Jadi calonnya harus punya jaringan yang kuat untuk mengakses program,” tegasnya.
Sekda Lotim M Juaini Taofik menambahkan, Pemkab Lotim saat ini mulai menjalankan tahapan pelaksanaan Pilkades serentak di 157 desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di masing-masing desa juga telah diminta untuk melakukan musyawarah pembentukan panitia Pilkades di tingkat desa.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




