Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Advertisement
LombokPost-Kunjungan wisatawan ke Tetebatu, Lombok Timur, meningkat saat event MotoGP Mandalika 2026.
Bahkan, seluruh kamar penginapan terisi hingga banyak wisatawan mancanegara tidak kebagian tempat menginap.
Advertisement
“Yang sudah menginap juga banyak yang menambah waktu menginapnya,” terang Ketua Pokdarwis Tetebatu sekaligus pelaku wisata Sarjaya saat ditemui di penginapannya, Jumat (9/10).
Disebutkan, mendekati hari H MotoGP, banyak tamu yang memesan kamar hingga tiga malam. Hanya saja, semua kamar sudah terisi. Jumlah kamar di Tetebatu sebanyak 350 kamar.
Jaya menyebutkan, meskipun saat ini bertepatan dengan momentum MotoGP, target pasar Tetebatu adalah wisatawan mancanegara yang tidak menonton MotoGP.
“Target pasar kita memang wisatawan mancanegara yang tidak menonton MotoGP. Karena sebagai besar yang menonton MotoGP ini adalah wisatawan domestik,” jelasnya.
Kendati demikian, keberadaan event MotoGP ini diakui tetap memberikan dampak terhadap kunjungan wisatawan di daerah Tetebatu dan sekitarnya. Terutama tamu-tamu yang tidak kebagian kamar di Kuta Mandalika.
“Tapi keberadaan MotoGP ini tetap berdampak terhadap tingkat kunjungan wisatawan di Tetebatu dan sekitarnya. Karena di Mandalika tidak bisa menampung semua tamu, sehingga mereka bergeser ke Lotim,” jelasnya.
Dampak MotoGP tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, namun event ini juga menjadi ajang promosi destinasi wisata dan berbagai produk UMKM Lombok.
Dia berharap ke depan pemerintah bisa membuat berbagai event sebulan sebelum MotoGP berlangsung agar tamu-tamu, khususnya dari mancanegara, bisa lebih lama tinggal.
“Kalau MotoGP dua hari saja selesai, masak kita hanya menjual tiket saja. Tapi coba dibuat event-event lain sebelum MotoGP, tentu dampaknya akan lebih banyak,” jelasnya.
Sementara itu, pemilik homestay di Jeruk Manis Nasipudin menambahkan, event MotoGP cukup berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke daerah Jeruk Manis dan sekitarnya. Hal itu terlihat dari semua kamar di Jeruk Manis yang terisi.
“Semua kamar di Jeruk manis saat ini terisi semua. Pariwisata kita di Desa Jeruk Manis mulai berkembang, sekarang banyak masyarakat mulai membangun penginapan,” jelasnya.
Advertisement
Lombok PostIkuti
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement




