
LombokPost-Sebanyak 158 pejabat administrator, pengawas, dan kepala puskesmas di Lombok Timur (Lotim) dilantik. Pelantikan ini diharapkan dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang masih terjadi di Lotim.
“Saya berharap pelantikan ini semua dapat menerimanya dengan tulus, ikhlas, dan penuh rasa tanggung jawab,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin, Jumat (16/10).
Ditegaskan, jabatan bukan sekadar penghargaan maupun kedudukan. Tapi jabatan adalah amanah yang harus dijalankan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang melekat, demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Saat ini, Lotim disebut masih memiliki banyak persoalan yang kompleks dan masalah-masalah yang belum bisa diselesaikan. Hal itu terlihat dari banyaknya masyarakat yang berteriak melalui media sosial karena tidak mendapatkan pelayanan sesuai dengan yang diharapkan.
“Sekarang masyarakat kita teriak di media sosial, karena belum mendapatkan pelayanan yang tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan dari birokrasi kita,” tegasnya.
Salah satunya adalah pelayanan di bidang kesehatan. Masih ditemukan pelayanan di rumah sakit yang berbelit-belit terhadap masyarakat miskin yang datang berobat menggunakan BPJS Kesehatan maupun yang membawa surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari desa.
Ia mengaku bingung terkait oknum petugas kesehatan yang masih mempersoalkan masyarakat yang berobat menggunakan BPJS Kesehatan maupun SKTM. Padahal, Pemkab Lotim telah mengalokasikan anggaran tidak kurang dari Rp 134 miliar setahun untuk membayar iuran BPJS.
“Padahal nyata-nyata masyarakat itu membawa SKTM, masih juga dipersoalkan, masih juga dipertanyakan. Mereka itu tidak gratis, justru mereka lebih awal bayar. Yang bayar pemerintah,” tegasnya.
Dia mempertanyakan di mana hati dan rasa iba para petugas kepada masyarakat yang minta tolong dengan membawa SKTM untuk berobat, tapi mendapat pelayanan yang tidak bagus dari rumah sakit.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




