
LombokPost-Sebanyak 82 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur (Lotim) hingga saat ini belum beroperasi. Hal ini menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat biaya untuk membangun satu dapur mencapai Rp 1,5 miliar.
“Kami sudah koordinasi dan meninjau langsung lokasi SPPG ini untuk memverifikasi lokasi, bangunan, hingga titik koordinatnya untuk memastikan kesiapan serta kelengkapan persyaratan operasional,” terang Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Monitoring dan Pengawasan Program MBG Lotim Ahyan, Rabu (21/10).
Disebutkan, sebagian besar persyaratan administrasi dan teknis SPPG itu telah terpenuhi. Namun, terdapat sejumlah komponen yang masih perlu dibenahi, seperti kondisi fisik dapur yang masih 75 persen.
Baca Juga: Tiap Jumat Lebih Teratur, BGN Mataram Kolaborasikan MBG dan Tablet Tambah Darah di Sekolah
“Kondisi itu yang menjadi salah satu catatan yang harus segera ditindaklanjuti mitra SPPG. Pembenahan sangat dibutuhkan supaya seluruh persyaratan yang ditetapkan BGN dapat dipenuhi dan dapur bisa berjalan,” katanya.
Ahyan mendorong agar 82 SPPG itu dapat segera beroperasi. Termasuk sejumlah dapur yang mendapatkan Surat Pemberhentian Sementara (SP2). Dapur itu saat ini dalam proses pengajuan untuk diaktifkan kembali.
“Pengaktifan kembali dapur yang telah disetop sementara itu tidak bisa dilakukan begitu saja. Mitra harus menyempurnakan kekurangan yang menjadi catatan dan evaluasi BGN,” katanya.
Satgas telah menyampaikan kepada mitra agar menindaklanjuti dan melengkapi seluruh catatan dari BGN. Percepatan perbaikan diharapkan dapat memperlancar proses pengajuan pengoperasian kembali dapur itu.
Sementara itu, Korwil SPPG MBG Lotim Agamawan Salam menyampaikan, dari 15 dapur yang sebelumnya diberhentikan sementara, saat ini tinggal dua dapur yang belum dibuka kembali. Satu dapur di Pringgabaya dan satu lagi di Suryawangi.
“Yang 15 dapur itu sudah melakukan perbaikan,” terang Agam.
Baca Juga: Cegah Anemia Remaja, Pemkot Mataram Gandeng MBG hingga TP PKK Pastikan Tablet Tambah Darah Diminum
Kata dia, belum dibukanya kembali dapur itu karena masih dalam proses perbaikan fasilitas, peralatan, dan lainnya. Setelah perbaikan selesai dilakukan sesuai evaluasi BGN, mitra akan membuat berita acara perbaikan atau kondisi dapur sebelum dan setelah perbaikan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




