Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mutu SMP Negeri dan Swasta Masih Timpang

S
Penulis: Supardi❯
SCHOOL CLUSTER: Kepala Bidang SMP Dikbud Lombok Timur mengukuhkan pengurus school cluster Labuhan Haji di SMPN 1 Labuhan Haji.
SCHOOL CLUSTER: Kepala Bidang SMP Dikbud Lombok Timur mengukuhkan pengurus school cluster Labuhan Haji di SMPN 1 Labuhan Haji.

Advertisement

 

LombokPost-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim) membentuk school cluster (klaster sekolah) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pembentukan klaster ini bertujuan memeratakan kualitas Pendidikan antara sekolah swasta dan negeri.

“Tujuan lain untuk pembentukan klaster ini untuk membangun kolaborasi antar sekolah guna meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan,” terang Kepala Bidang SMP Dikbud Lotim Samsul Wajdi, Senin (2/11).

Advertisement

Kata dia, pembentukan klaster sekolah ini dilatarbelakangi hasil rapor mutu pendidikan Lotim tahun 2025 yang menunjukkan kesenjangan cukup tinggi, mencapai 44,7 persen antara sekolah swasta dan negeri.

Dengan adanya klaster sekolah ini, semua sekolah bisa berkolaborasi dan menularkan praktik baik antarsekolah di masing-masing kecamatan atau klaster. Dengan begitu, rapor mutu pendidikan diharapkan bisa lebih baik lagi.

Advertisement

“Kita menyadari bahwa untuk menangani sekolah di Lotim itu tidak mudah, karena khusus SMP itu ada 305 sekolah dan sebagian besar sekolah swasta,” terangnya.

Diakui, selama ini infrastruktur maupun kompetensi ketenagakerjaan di sekolah swasta masih kurang. Dengan tergabungnya semua sekolah dalam satu klaster, diharapkan sekolah negeri dan swasta bisa saling menguntungkan.

Dicontohkan, sekolah swasta yang belum memiliki laboratorium IPA atau komputer bisa bekerja sama dengan sekolah negeri yang sudah memiliki sarana dan prasarana lengkap. Begitu pula dengan program baik lainnya.

“Kita harap klaster ini ada semacam simbiosis mutualisme antar sekolah,” katanya.

Program klaster ini merupakan program baru dari Dikbud Lotim. Sejauh ini, baru beberapa kecamatan yang sudah melakukan pengukuhan pengurus. Kendati demikian, beberapa klaster yang telah terbentuk sudah menjalankan berbagai program peningkatan mutu pendidikan dengan menghadirkan NGO.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gubernur Iqbal: Sekolah Rakyat Dorong Pemerataan Pendidikan, Tak Boleh Ada yang Tertinggal

Gubernur Iqbal: Sekolah Rakyat Dorong Pemerataan Pendidikan, Tak Boleh Ada yang Tertinggal

Sekolah Rakyat Terintegrasi pertama di NTB mulai beroperasi di Lombok Utara dengan 595 siswa dari enam kabupaten/kota.

140 Ijazah Alumni SMAN 3 Mataram Belum Diambil, Sekolah Gandeng 30 Kelurahan

140 Ijazah Alumni SMAN 3 Mataram Belum Diambil, Sekolah Gandeng 30 Kelurahan

SMAN 3 Mataram mencatat 140 ijazah alumni belum diambil. Sekolah gandeng 30 kelurahan, pengambilan ijazah dipastikan gratis tanpa pungutan.

100 Mahasiswa Unram Terima Beasiswa Kelapa 2026, Rektor: Jangan Putus Sekolah karena Biaya

100 Mahasiswa Unram Terima Beasiswa Kelapa 2026, Rektor: Jangan Putus Sekolah karena Biaya

100 mahasiswa Unram menerima Beasiswa Kelapa 2026 dari Yayasan JHL. Program ini memperkuat pendidikan dan SDM pertanian unggul NTB.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer