
LombokPost- Wakil Gubernur NTB Indah Damayanti Putri menyebut bahwa tren kemiskinan di NTB dalam periode Maret 2025 sampai dengan Maret 2026 menunjukkan penurunan.
Berdasarkan data BPS Provinsi NTB Agustus 2026 angka kemiskinan pada Maret 2025 tercatat 11,78 persen atau 654,57 ribu.
"Angka ini turun menjadi 11,17 persen atau 628,50 ribu pada Maret 2026 atau turun 0,61 poin," terang Wagub NTB Indah Damayanti Putri saat Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi NTB Tahun 2026, Kamis (5/11).
Baca Juga: Upaya Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Warga Lombok Timur Terima Pelatihan UMKM
Meski menunjukkan penurunan, namun angka tersebut menandai masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh Pemerintah maupun masyarakat NTB.
“ini merupakan kemajuan yang kita syukuri bersama. Namun kita juga harus jujur bahwa angka ini menunjukkan masih besarnya PR kita semua. Masih ada ratusan ribu saudara kita yang membutuhkan perhatian dan intervensi yang dilakukan,” jelasnya.
Indah mengakui tantangan yang dihadapi dalam upaya penanggulangan kemiskinan seperti kesenjangan antar wilayah, utamanya memastikan masyarakat di desa, wilayah terpencil, dan kelompok rentan memperoleh kesempatan yang sama.
Rakor yang mengangkat tema Bersinergi, Beraksi, Berdampak, dan Berkelanjutan itu disebut Wagub sebagai kesempatan berharga mengingat narasumber yang dihadirkan dari kementerian dan lembaga untuk membedah permasalahan kemiskinan di daerah ini.
"Semua pemerintah di masing-masing kabupaten/kota untuk mengecek Desa Berdaya yang masih belum berproses," katanya.
Mengingat waktu yang tersisa tahun ini hanya sekitar dua bulan. Pelaksanaan tahun pertama ini penting untuk melihat efektivitas Desa Berdaya terhadap penurunan angka kemiskinan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





