Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perketat Regulasi Pendakian Gunung Rinjani

Supardi/Bapak Qila • Kamis, 10 Juli 2025 | 20:42 WIB
Bupati Lotim H Haerul Warisin
Bupati Lotim H Haerul Warisin

LombokPost - Pemkab Lombok Timur tengah merancang regulasi khusus untuk menjamin keselamatan pendaki, sekaligus menjaga kelestarian alam. Setiap pendaki wajib didampingi pemandu resmi dan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mendaki. Regulasi ini juga menjadi langkah antisipasi terhadap risiko kecelakaan yang kerap terjadi di jalur pendakian.

“Kita hanya ingin pendaki mendaki dalam keadaan aman, nyaman dan selamat. Memiliki pemandu yang selalu menemani, kita sudah koordinasi dengan kepala balai,” terang Bupati Lotim H Haerul Warisin, kemarin.

Bupati Menekankan pentingnya peran guide yang mendampingi pendaki secara intens dan memastikan keselamatan mereka, termasuk menjaga kebersihan gunung.

Setiap pendaki akan diberi edukasi dan perhatian khusus soal kebersihan. Selain itu, Pemkab Lotim juga akan menyiapkan posko kesehatan. Pendaki yang akan naik ke Rinjani diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Saat ini, Pemkab masih mempersiapkan peraturan daerah (Perda) sebagai payung hukum.

“Kita bahas Perdanya dulu supaya bisa kita lakukan. Terutama untuk melakukan pemungutan di jasa pemeriksaan kesehatan ini,” katanya.

Pendirian posko kesehatan juga telah dibicarakan dengan BTNGR. Nantinya, semua pendaki, baik melalui tracking organizer (TO) maupun tidak, wajib menjalani pemeriksaan kesehatan.

Bupati menambahkan, pihaknya tak mempermasalahkan lokasi menginap pendaki, namun yang hendak naik melalui jalur Sembalun harus beristirahat dan menjalani pemeriksaan terlebih dahulu.

Ia juga meminta BTNGR memfasilitasi perlengkapan penyelamatan bagi personel SAR di Lombok Timur.

“Itu sudah kita bahas semua dengan TNGR. Termasuk nanti kami akan kumpulkan para guideguide di Sembalun, kita berikan ilmu tentang penyelamat,” tutupnya.

Forum Wisata Lingkar Rinjani Royal Sembahulun meminta agar standar operasional pendakian diperketat, terutama syarat menjadi guide dan porter. Hal ini untuk menjamin keamanan para pendaki.

“Minimal diterapkan satu berbanding empat. Satu guide mendampingi empat pendaki. Kalau sudah lima baru dua guide. Dan syarat untuk menjadi porter dan guide harus memiliki sertifikat rescue,” terang Royal.

Menurutnya, ketika terjadi masalah di jalur pendakian, porter maupun guide harus mampu menangani langsung. Namun dari sisi penyelamatan, Rinjani dinilai masih kurang karena minimnya pelatihan untuk porter dan guide.

Saat ini, jumlah guide Rinjani tercatat sebanyak 750 orang dan porter 1.700 orang. Dari sisi pelayanan makanan, diakui sudah profesional, namun dari sisi penyelamatan masih perlu ditingkatkan.

“Makanya kami dari forum mendorong supaya Rinjani itu memiliki standar keamanan yang sangat layak. Sehingga kita bisa dikatakan pendakian kelas dunia dan dapat mendatangkan tamu-tamu yang berkualitas,” pungkasnya. (par/r7)

Editor : Siti Aeny Maryam
#Gunung Rinjani #rinjani #pendakian #Lotim