LombokPost - Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Lombok Timur (Lotim) sejak tiga hari ini, mengakibatkan puluhan Desa di Lotim terdampak bencana alam, mulai banjir, tanah Longsor hingga pohon tumbang. Namun kecamatan yang paling parah ialah Kecamatan Jerowaru.
"Dari hasil pendataan kami, hampir 15 desa di Kecamatan Jerowaru terdampak banjir. Namun kondisi mereka berbeda-beda," terang Camat Jerowaru Sirah dikonfirmasi Lombok post, Rabu (25/2).
Sirah menyebut dari 15 desa itu, ada delapan Desa yang cukup parah. Yakni Desa Ekas Buana, Desa Seriwe, Pandan Wangi, Suka Damai, Wakan, Desa Sukaraja, Desa Kuang Rundun dan Desa Pemongkong.
Pada Selasa malam, kondisi banjir di delapan desa itu disebut mulai surut di beberapa Desa. Namun hujan yang kembali turun hari ini, dikawatirkan akan kembali merendam rumah warga.
"Ada yang memang sudah surut, ada juga masih terendam seperti di Dusun Sungkun, Desa Ekas Buana, air masih tetap bertahan. Tapi saat ini sedang hujan deras. Kemungkinan akan kembali seperti semula," imbuhnya.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim untuk menyedot air di pemukiman warga, khususnya di Dusun Sungkun. Namun hujan lebat yang masih terjadi, membuat banjir semakin besar.
Selain merendam ratusan rumah warga, banjir tersebut juga mengakibatkan empat sekolah kecamatan Jerowaru terendam banjir yakni SDN 4 Pandan Wangi, SDN 2 Sukaraja, SDN 2 Suka Damai dan SDN 3 Seriwe. Aktivitas belajar mengajar di empat sekolah tersebut sementara waktu belum bisa dilakukan.
"Rumah warga yang terdampak masih sedang dilakukan pendataan di masing-masing desa. Di Desa Ekas Buana yang terdampak 400 KK, Suka Damai itu sekitar 20 KK dan Seriwe 70 rumah, itu saja yang sudah melaporkan," jelas Sirah.
Sejumlah warga saat ini mengungsi ke rumah warga atau tetangga yang masih aman. Warga saat ini membutuhkan makanan siap saji dan air minum, terlebih saat ini kondisi warga sedang puasa.
Sementara itu, Kepala Desa Suka Damai Hilmanul Hakim menyampaikan bahwa jumlah rumah warga yang terdampak 20 KK dan Satu sekolah juga terendam. Kondisi banjir diakui mulai surut. Hanya saja dikawatirkan bendungan yang ada di desa tersebut akan meluap. Mengingat hujan lebat hingga hari ini masih terus terjadi.
"Kemarin kami turun cek kondisi bendungan, dan kondisinya sangat menghawatirkan. Sehingga warga yang tinggal di bawah bendungan kami minta mengungsi ke rumah saudara mereka," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim M Nurul Wathoni menyampaikan jumlah SD yang terdampak banjir akibat hujan lebat tiga hari ini sebanyak lima sekolah. Empat Sekolah di Kecamatan Jerowaru dan satu sekolah di Kecamatan Labuhan Haji.
"Kami sudah meminta sekolah-sekolah yang terdampak banjir maupun tergenang itu untuk belajar dari rumah. Karena kondisi cuaca buruk sampai saat ini masih terus terjadi. Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang terjadi kepada anak-anak," katanya.
Kabid Kedaruratan BPBD Lotim Hadi Jayari menambahkan akibat cuaca buruk beberapa hari ini mengakibatkan puluhan Desa terendam banjir, pohon tumbang hingga tanah longsor dan satu anak hanyut terseret arus.
“Di Kecamatan Jerowaru ada lima desa, Keruak Satu desa, Sakra Timur satu desa yang terdampak banjir. Kemudian pohon tumbang ada tiga kejadian dan longsor satu kejadian di Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela,” jelasnya.
Editor : Marthadi