Lombokpost-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim). Kedatangan menteri untuk mengecek kondisi dan kesiapan KNMP sebelum beroperasi.
Bupati Lotim Haerul Warisin saat menerima Menteri KKP menjelaskan, panjang laut Lotim dari ujung utara di Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia hingga perairan Ekas Buana Kecamatan Jerowaru sekitar 220 kilometer (KM).
"Khusus di Ekas ini sebagai tempat budi daya lobster, ikan kerapu dan ikan-ikan lain menggunakan keramba jaring apung. Termasuk Ekas ini merupakan daerah wisata, sebagai tempat surfing terbaik," terang Bupati Haerul, Jumat (27/2).
Ia mengatakan, Pemkab Lotim bersyukur dengan adanya bangunan KNMP. Keberadaan KNMP akan menunjang sektor perikanan dan pariwisata di Ekas. Perairan Ekas selalu ramai dikunjungi wisatawan asing untuk surfing. Hal ini diharapkan berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar.
Hanya saja, keberadaan KNMP masih memiliki kekurangan, yakni belum adanya SPBUN. SPBUN yang dibuat dan dikelola BUMD hanya ada di Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak dan Labuhan Haji. Ia meminta Menteri KKP membantu izin pembangunan SPBUN di Ekas Buana untuk menunjang KNMP.
"Izin mendirikan SPBUN dari Pertamina sangat sulit kami dapatkan," jelasnya.
Angka kemiskinan Lotim mencapai 13,43 persen. Salah satu penyumbang adalah masyarakat pesisir atau nelayan. Keberadaan KNMP diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan di daerah pesisir.
KNMP akan menyerap hasil tangkapan ikan nelayan dengan harga stabil. Dengan adanya ruang penyimpanan ikan berkapasitas ratusan ton, harga ikan tetap stabil meskipun kondisi tangkap sedang banjir.
"Di Lotim ini dapur MBG terbanyak di NTB mencapai 200 Dapur. Tentu kebutuhan ikan mereka akan banyak, sehingga dapur-dapur MBG bisa mengambil ikan langsung di KNMP ini," jelasnya.
Selain meminta izin pembangunan SPBUN, Bupati juga meminta Menteri KKP memberikan bantuan kapal dan mesin untuk menunjang operasional KNMP Ekas Buana. Mesin kapal milik nelayan di Ekas sudah rusak.
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, terkait permintaan Bupati Lotim untuk membangun SPBUN di Ekas, pihaknya siap merealisasikan dan akan dikelola langsung Pemkab Lotim atau BUMD.
"Untuk pembangunan SPBUN segera dibangun. Nanti akan dikelola oleh Pemkab Lotim," jelasnya.
Selain itu, ia siap memberikan bantuan 10 unit kapal dan membantu mesin kapal kepada nelayan agar kapal yang rusak mesinnya bisa dioperasikan kembali untuk menunjang KNMP Ekas Buana.
Menteri KKP juga menegaskan Kementerian siap memberikan bantuan penataan serta bantuan keramba untuk nelayan di Ekas Buana.
"Kami harap masyarakat dapat menjaga kampung nelayan ini dengan baik. Supaya angka kemiskinan di Lotim yang 13 persen khususnya dari nelayan itu dua tahun ke depan sudah tidak ada," jelasnya.
Semua potensi ekonomi di Ekas harus dikembangkan, mulai dari budi daya ikan maupun budi daya lobster. Ia berharap nelayan tidak lagi menjual baby lobster, tetapi dibudidayakan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
"Kita harap keberadaan KNMP di Ekas Buana ini bisa menurunkan angka kemiskinan di Lotim, terutama di Desa Ekas Buana ini," jelasnya. (par/r7)
Editor : Kimda Farida