Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dikes Lotim Perkuat Pengawasan Kasus Campak

Supardi/Bapak Qila • Rabu, 11 Maret 2026 | 20:25 WIB

Syahid Romdlan
Syahid Romdlan

Lombokpost - Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur (Lotim) mencatat kasus rubeola atau campak di Lotim hingga saat ini masih aman. Berdasarkan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), belum ditemukan pasien positif campak di Lotim.

“Hingga bulan ini hanya dua yang ditemukan. Tetapi berdasarkan hasil pemeriksaan dan uji laboratorium sampel, hasilnya dinyatakan negatif,” terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3KL) Dinas Kesehatan Lotim Syahid Romdlan, Selasa (10/3).

Meski Lotim masih aman, pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat sistem pemantauan di seluruh wilayah. Koordinasi juga diperkuat dengan 35 puskesmas di 21 kecamatan.

Masing-masing puskesmas juga telah memiliki petugas surveilans, yang bertugas memantau perkembangan penyakit menular dan melakukan pelacakan jika ditemukan kasus suspek.

“Ini kami lakukan untuk memastikan respons cepat apabila tiba-tiba muncul kasus yang mengarah pada campak, sehingga potensi penyebaran dapat dicegah sejak dini,” jelasnya.

Syahid menjelaskan, gejala yang sering muncul pada kasus campak ialah ruam atau bercak merah pada kulit yang diawali demam, batuk, pilek, serta penurunan nafsu makan.

Kasus campak disebut tidak hanya menyerang anak-anak, namun juga bisa menyerang semua golongan. Namun umumnya penyakit ini menyerang anak, terutama anak yang tidak mendapatkan imunisasi campak pada usia sembilan bulan atau tidak lengkap imunisasi.

“Sampai saat ini kita belum melakukan Outbreak Response Immunization karena belum ditemukan kasus positif. Tapi kami akan terus melakukan pemantauan untuk mendeteksi kasus,” ujarnya.

Dipastikan ketersediaan vaksin campak di semua fasilitas pelayanan kesehatan Lotim dalam kondisi aman. Pihaknya terus mengedukasi para orang tua untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap.

Jika ditemukan suspek campak, pihaknya akan melakukan pemeriksaan klinis serta pengambilan sampel untuk memastikan diagnosis. Jika hasilnya positif, pasien akan mendapatkan penanganan sesuai standar, termasuk jika membutuhkan penanganan ke rumah sakit.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Lotim Lalu Aries Fahrozi menambahkan, pencegahan campak dilakukan dengan imunisasi lebih optimal. Sehingga pihaknya terus menggalakkan imunisasi dasar lengkap.

”Kalau ada yang belum mendapatkan imunisasi campak, harus betul-betul dikejar sampai diberikan. Stok vaksin kita sejauh ini tidak ada masalah masih aman,” tutupnya. (par/r7)

Editor : Pujo Nugroho
#Dikes #penyakit #campak #Kesehatan #Lotim