Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pascalebaran, Sembalun Panen Wisatawan

Supardi/Bapak Qila • Kamis, 26 Maret 2026 | 20:58 WIB

PENDAKIAN SEMBALUN: Sejumlah pendaki sedang beristirahat di pintu memasuk gerbang pendakian ke bukit Nanggi sebelum melanjutkan perjalanan pendakian.
PENDAKIAN SEMBALUN: Sejumlah pendaki sedang beristirahat di pintu memasuk gerbang pendakian ke bukit Nanggi sebelum melanjutkan perjalanan pendakian.

LombokPost - Pascalebaran kunjungan wisatawan  lokal dan mancanegara di Sembalun mengalami  peningkatan yang signifikan. Hal ini berdampak pada  okupasi penginapan yang ikut meningkat.

“Pergerakan tamu mulai terlihat sejak hari H  Lebaran hingga H+3 masih terjadi,” terang Pemilik Homestay dan Restoran Joglo Sembalun  Ceria Giffari Saputra, Rabu (25/3).

Kata dia, hampir semua homestay dan hotel di  Sembalun penuh. Kondisi ini membuat menetap  suatu percakapan tentang tamu.

Baca Juga: Tektok Bukan Sekadar Mengejar Waktu, Pemula Menginginkan Tidak Mendaki Sendirian

Meski terjadi beberapa kali pengunjung, pengelola hotel tetap menjaga stabilitas  harga agar terjangkau bagi wisatawan. Jika ada  kenaikan, masih dalam kategori wajar dengan elisinya tidak terlalu besar.

Misalnya pada hari-hari biasa harga kamar  Rp 350 ribu, di Lebaran ini naik menjadi Rp 400  ribu. Jadi harganya masih normal, selisihnya  tidak terlalu tinggi, ungkapnya.

Katanya, pengunjung di Sembalun  tidak hanya di hotel. Beberapa tempat  juga dipenuhi wisatawan, seperti Kedai Sawah,  Bukit Selong, Taman Surga Rinjani, hingga  wisata petik stroberi.

Baca Juga: Tiket Mendaki Hanya Rp 10 ribu, Bukit Keteri Lombok Barat Bisa Jadi Obat Penat dan Gabut

Senada dengan Giffari, Hendriawan, pengelola penginapan lainnya mengaku  melayani tamu yang datang tanpa reservasi.

“Banyak tamu yang tidak kebagian kamar.Saya  coba cari di tempat lain juga sudah penuh  semuanya,” katanya.

Seluruh tipe kamar, mulai dari ruang keluarga  hingga kamar standar, telah habis dipesan  sejak beberapa hari sebelum Lebaran. Terlebih lagi  ada yang memesan sebelum puasa.

Baca Juga: Loka Coffee Asal Sembalun Tembus Pasar Global

Kondisi ini membuat mengarahkan tamu  menggunakan tenda agar tetap bisa menikmati  Suasana malam di Sembalun.

Sementara itu salah satu pengelola Bukit Bao  Daya, Ikin Menyebutkan, sejak hari H Lebaran  tren pendakian di sejumlah bukit di Sembalun  sangat ramai.

“Hampir semua bukit penuh  dengan pengunjung,” sebutnya.

Baca Juga: Warga Sembalun Lombok Timur Tolak Pembangunan Indomaret

Kata dia, sejak kunjungan Lebaran di Bukit  Bao Daya menembus angka 300 orang per hari.  Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga  satu minggu ke depan. Tingginya kunjungan  ke Sembalun ini berdampak positif pada pedagang kecil di Sembalun. (par/r7)

Editor : Prihadi Zoldic
#wisatawan #lebaran #sembalun #Lotim #mendaki