LombokPost - Pascalebaran kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara di Sembalun mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini berdampak pada okupasi penginapan yang ikut meningkat.
“Pergerakan tamu mulai terlihat sejak hari H Lebaran hingga H+3 masih terjadi,” terang Pemilik Homestay dan Restoran Joglo Sembalun Ceria Giffari Saputra, Rabu (25/3).
Kata dia, hampir semua homestay dan hotel di Sembalun penuh. Kondisi ini membuat menetap suatu percakapan tentang tamu.
Baca Juga: Tektok Bukan Sekadar Mengejar Waktu, Pemula Menginginkan Tidak Mendaki Sendirian
Meski terjadi beberapa kali pengunjung, pengelola hotel tetap menjaga stabilitas harga agar terjangkau bagi wisatawan. Jika ada kenaikan, masih dalam kategori wajar dengan elisinya tidak terlalu besar.
Misalnya pada hari-hari biasa harga kamar Rp 350 ribu, di Lebaran ini naik menjadi Rp 400 ribu. Jadi harganya masih normal, selisihnya tidak terlalu tinggi, ungkapnya.
Katanya, pengunjung di Sembalun tidak hanya di hotel. Beberapa tempat juga dipenuhi wisatawan, seperti Kedai Sawah, Bukit Selong, Taman Surga Rinjani, hingga wisata petik stroberi.
Baca Juga: Tiket Mendaki Hanya Rp 10 ribu, Bukit Keteri Lombok Barat Bisa Jadi Obat Penat dan Gabut
Senada dengan Giffari, Hendriawan, pengelola penginapan lainnya mengaku melayani tamu yang datang tanpa reservasi.
“Banyak tamu yang tidak kebagian kamar.Saya coba cari di tempat lain juga sudah penuh semuanya,” katanya.
Seluruh tipe kamar, mulai dari ruang keluarga hingga kamar standar, telah habis dipesan sejak beberapa hari sebelum Lebaran. Terlebih lagi ada yang memesan sebelum puasa.
Baca Juga: Loka Coffee Asal Sembalun Tembus Pasar Global
Kondisi ini membuat mengarahkan tamu menggunakan tenda agar tetap bisa menikmati Suasana malam di Sembalun.
Sementara itu salah satu pengelola Bukit Bao Daya, Ikin Menyebutkan, sejak hari H Lebaran tren pendakian di sejumlah bukit di Sembalun sangat ramai.
“Hampir semua bukit penuh dengan pengunjung,” sebutnya.
Baca Juga: Warga Sembalun Lombok Timur Tolak Pembangunan Indomaret
Kata dia, sejak kunjungan Lebaran di Bukit Bao Daya menembus angka 300 orang per hari. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga satu minggu ke depan. Tingginya kunjungan ke Sembalun ini berdampak positif pada pedagang kecil di Sembalun. (par/r7)
Editor : Prihadi Zoldic