LombokPost - Kontingen NTB kembali menunjukkan tajinya di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XIX Jawa Tengah. Setelah meraih medali dari atletik dan tarung derajat, tim voli pasir NTB berhasil menyapu bersih medali emas, memperkokoh posisi Lombok di puncak klasemen sementara. Capaian ini menjadi bukti kuatnya pembinaan atlet di NTB, khususnya di cabor voli pasir yang kini menjadi andalan baru bagi Lombok.
Perjuangan tim voli pasir putra dan putri NTB di Pomnas XIX membuahkan hasil gemilang. Tim putra yang diperkuat oleh Sofyan Rachman Efendi dan I Nyoman Adi Putra tampil perkasa di setiap laga, sementara tim putri dengan duet Leoni Agustina Purnamasari dan Aldha Permata Sari juga menunjukkan performa ciamik.
Kemenangan ini menambah pundi-pundi medali emas NTB menjadi enam, membuktikan betapa perkasanya Lombok di ajang olahraga mahasiswa nasional. Menurut Wakil Ketua Kontingen NTB, Prayogi Dwina Angga, raihan medali emas di cabor voli pasir adalah hasil dari kerja keras seluruh tim.
”Alhamdulillah voli pasir berhasil menyapu bersih medali emas di sektor putra dan putri,” ujar Wakil Ketua Kontingen NTB Prayogi Dwina Angga.
Sebelumnya, cabor atletik menyumbangkan 2 medali emas, 1 medali perak, dan 7 medali perunggu. Medali emas pertama NTB dari cabor atletik diraih Yad Hapizudin yang berstatus mahasiswa Universitas Hamzanwadi. Yad meraih medali emas di nomor 1.500 meter dengan catatan waktu 3:57.48.
Yad juga meraih medali emas di nomor 5.000 meter setelah mencatatkan waktu 15:10.27. Dari nomor pertandingan ini, NTB juga meraih medali perunggu melalui Muhammad Iqra Syahputra dengan catatan waktu 16:20.72.
Selain dua medali emas, atlet-atlet NTB dari cabor atletik juga mendapatkan satu medali perak dan tujuh medali perunggu dari cabang olahraga atletik. Medali perak disumbangkan atlet putri Fala Dhita yang turun di nomor 400 meter.
Mahasiswa Undikma ini mencatatkan waktu 59.22 detik. Medali emas direbut Hilda Sesri Rahayu asal Sumatera Barat dengan waktu terbaik 58.64 detik. Sementara medali perunggu menjadi milik Devia Putri Nugraha asal Jawa Tengah.
Dua medali perunggu disumbangkan Muhammad Iqro Syahputra. Kemudian lima medali perunggu lain diraih Mirawan, Iswatun, Dicky Maulana, tim estafet putra 4x100 meter dan tim estafet 4x100 mixed.
Mirawan yang turun di nomor 400 meter putra ini mencatatkan waktu 48.45 detik. Maulana Ismail asal Jawa Timur meraih medali emas dengan catatan waktu 47.67 detik. Sedangkan medali perak direbut Eqman Yance Eletriko asal Papua dengan waktu 47.69 detik.
Medali perunggu keempat diperoleh NTB pada hari pertama Pomnas diraih dari nomor 4x100 meter mix. Tim estafet NTB diperkuat Mirawan, Fala Dhita, Suchika Lestari, dan Rainaldy Wirya. Mereka mencatatkan waktu 46.09 detik. Medali emas direbut tim Jakarta dengan waktu 44,45 detik. Sementara medali perak diraih Jawa Tengah dengan catatan waktu 44.65 detik.
Iswatun yang turun di nomor 400 meter lari gawang menyumbangkan medali perunggu kelima. Mahasiswi UNU NTB ini mencatatkan waktu 65.06 detik. Medali emas direbut Hilda Sesri Rahayu asal Sumatera Barat dan medali perak menjadi Siti Nurhalizah asal Jakarta.
Medali perunggu keenam diraih Dicky Maulana di nomor 200 meter putra. Mahasiswa UNU NTB ini mencatatkan waktu 22.08 detik. Medali emas diraih Muhammad Arief asal Jogjakarta dan medali perak milik Sulaifan asal Jawa Timur.
Tim estafet putra yang diperkuat Mirawan, Rahmadtullah, Dicky Maulana dan Raynaldi Wirya berhasil menambah pundi medali perunggu bagi kontingen NTB di hari ketiga.
Beralih ke cabor tarung derajat, NTB mendapatkan 1 medali emas, 1 medali perak dan 3 medali perunggu. Satu medali emas dari cabor tarung derajat disumbangkan Muhammad Rizki Difatul Idris yang turun di kelas 64,1-67 kilogram. Rizki merupakan mahasiswa Undikma.
Sementara medali perak dari cabor tarung derajat diraih Chantika Agustina yang turun di nomor seni gerak. Sedangkan tiga medali perunggu disumbangkan Aryo Pangeran Praja di kelas 67,1-70 kilogram; Rahiman di kelas 55,1-58 kilogram; serta Putri Desmayanti di kelas 50,1-54 kilogram.
”Satu medali perak terbaru disumbangkan cabor taekwondo melalui Maulana Rizky dari kelas under 87 kilogram. Peluang menambah medali masih ada karena masih banyak atlet yang belum bertanding,” ungkap Yogi.
Lebih lanjut, Yogi mengatakan hingga hari ketiga pelaksanaan Pomnas XIX Jawa Tengah, kontingen NTB sudah mengumpulkan 5 medali emas, 3 medali perak, dan 10 medali perunggu. "Masih ada atlet dari cabor lain yang belum bertanding. Jadi kemungkinan menambah medali masih ada," tandasnya.
Editor : Pujo Nugroho