LombokPost – Akhir pekan Grand Prix Portugal 2025 menjadi momen paling emosional dalam karier Miguel Oliveira.
Pembalap Prima Pramac Yamaha MotoGP itu menutup perjalanan panjangnya di MotoGP dengan finis ke-14 di depan publik sendiri.
Namun, hasil di lintasan bukanlah sorotan utama — melainkan perpisahan penuh haru yang menyentuh seluruh paddock dan penggemarnya.
Seusai balapan, Miguel Oliveira larut dalam suasana haru. Tangis bahagia tak terbendung ketika ia menerima penghormatan terakhir dari para penonton, kru tim, dan keluarganya.
Dalam wawancara pasca-balapan, Oliveira menceritakan betapa berat dan mengharukannya momen tersebut.
“Setelah putri saya memberi saya bendera di awal balapan, sulit untuk memakai helm dan balapan! Tapi, ya, saya menyelesaikan balapan dan rasanya seperti beban 100 kilogram terangkat, dalam arti yang baik,” ujar Oliveira penuh emosi.
Pembalap Portugal itu mengaku sudah menduga akan ada sesuatu yang istimewa disiapkan untuknya pada upacara pembukaan GP Portugal, tetapi tidak menyangka bentuknya akan sedemikian menyentuh.
“Upacara pembukaan, saya tahu ada sesuatu yang istimewa telah disiapkan, tetapi saya tidak menyangka hal ini akan terjadi. Rasanya sangat istimewa, sangat unik, dan memang pantas. Karena saya memiliki karier yang cukup unik di MotoGP,”lanjutnya.
Miguel Oliveira dikenal sebagai salah satu ikon MotoGP Portugal, sekaligus pembalap yang membawa semangat bangsa Lusitania ke kancah balap dunia.
Sejak debutnya pada 2019, ia mencatatkan lima kemenangan Grand Prix, termasuk dua kemenangan bersejarah di Red Bull KTM pada 2020 dan 2021.
Sorotan di Sirkuit Algarve, Portimao menjadi lebih bermakna ketika Oliveira berhenti di garis finis dan melambaikan tangan kepada para pendukungnya yang memenuhi tribun utama.
Momen itu berubah menjadi simbol perpisahan yang hangat — tepuk tangan panjang mengiringinya keluar dari lintasan untuk terakhir kali sebagai pembalap MotoGP.
“Saya pikir itu memang pantas, tetapi bagi saya, itu adalah momen istimewa. Melihat ke belakang dan melihat semua orang bertepuk tangan dan bersorak adalah pengakuan tertinggi yang bisa didapatkan seorang pembalap,”
tutup Oliveira.
Miguel Oliveira akan melanjutkan karir balapnya di WorldSBK 2026. Dia bergabung dengan Tim ROKit BMW.
Editor : Rury Anjas Andita