LombokPost - Sirkuit Internasional Mandalika kembali menghadirkan pengalaman olahraga yang unik dan berkelas dunia melalui Mandalika Last Sunday Run 2025.
Event lari yang akan digelar pada Minggu (28/12) nanti ini bukan sekadar ajang berlari, melainkan perayaan gaya hidup sehat yang dikemas dengan suasana festival di lintasan balap internasional kebanggaan Indonesia.
Diselenggarakan oleh Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Mandalika Last Sunday Run 2025 mengajak masyarakat, komunitas lari, hingga wisatawan untuk menutup tahun dengan cara yang berbeda: berlari di sirkuit yang biasa digunakan ajang balap dunia.
Mandalika Last Sunday Run 2025 menghadirkan dua kategori lari, yaitu 10K dan 4,3K, yang dirancang agar dapat diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari pelari pemula hingga penggemar lari jarak menengah.
Untuk kategori 4,3K, peserta akan berlari satu putaran penuh di lintasan utama sirkuit. Sementara itu, kategori 10K menawarkan pengalaman yang lebih menantang dengan tambahan rute ke area inner circuit, memberikan variasi lintasan sekaligus sudut pandang berbeda dari dalam kawasan sirkuit.
Seluruh rute berada di dalam area Sirkuit Mandalika dan tidak melewati jalan raya umum, sehingga menjamin aspek keamanan, kenyamanan, serta eksklusivitas bagi seluruh peserta.
Berbeda dengan lomba lari kompetitif, Mandalika Last Sunday Run 2025 mengusung konsep fun run. Event ini tidak menerapkan Cut Off Time (COT), sehingga peserta bebas berlari dengan ritme masing-masing, baik untuk berolahraga santai, menikmati pemandangan sirkuit, maupun sekadar merasakan atmosfer lintasan balap kelas dunia.
"Konsep ini menjadikan Mandalika Last Sunday Run sebagai event inklusif, ramah keluarga, komunitas, dan peserta dari berbagai latar belakang usia serta kemampuan," kata Direktur Utama MGPA Priandhi Satria pada wartawan, Jumat (19/12).
Seluruh peserta Mandalika Last Sunday Run 2025 akan mendapatkan berbagai fasilitas menarik, antara lain medali finisher, BIB, pin, serta akses hydration booth yang tersedia di area sirkuit.
Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan doorprize serta hadiah khusus bagi peserta dengan kostum terbaik. Best Costume Challenge terbuka untuk kategori perorangan maupun grup, menjadi daya tarik tersendiri yang menambah semarak dan kreativitas peserta di lintasan.
Penilaian dibagi ke dalam beberapa kategori, meliputi peserta anak-anak di bawah 18 tahun dan peserta dewasa di atas 18 tahun, dengan pembagian laki-laki dan perempuan.
Pemenang pada kategori perorangan akan mendapatkan hadiah berupa merchandise kaos resmi Sirkuit Internasional Mandalika.
Sementara itu, kategori team dengan minimal lima orang peserta berkostum terbaik juga akan mendapatkan apresiasi berupa voucher food and beverage.
Priandhi menjelaskan, keunikan Mandalika Last Sunday Run 2025 terletak pada konsepnya yang menggabungkan olahraga, hiburan, dan pariwisata.
Setelah berlari, peserta dapat menikmati berbagai aktivitas menarik, seperti coffee festival, party bersama DJ, serta mengunjungi area UMKM yang menghadirkan produk-produk lokal unggulan.
Tak berhenti di situ, peserta juga memiliki kesempatan untuk berfoto di paddock bersama mobil-mobil balap, menghadirkan pengalaman eksklusif yang jarang ditemui dalam event lari pada umumnya.
Bagi yang ingin sensasi lebih, tersedia pula tiket tambahan Mandalika Experience, seperti berkeliling sirkuit menggunakan mobil Lampaq, mencoba drift kart, hingga taxi ride menggunakan mobil balap, menjadikan event ini sebagai paket lengkap sportainment.
"Pendaftaran sudah dibuka mulai 1 Desember hingga 21 Desember 2025, dengan biaya registrasi untuk Kategori 10K: Rp 200.000 dan Kategori 4,3K: Rp 185.000," kata Priandhi.
Mandalika Last Sunday Run merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan sirkuit tidak hanya untuk balap, tetapi juga untuk kegiatan olahraga dan gaya hidup masyarakat.
“Mandalika Last Sunday Run kami rancang sebagai event yang terbuka untuk semua kalangan. Masyarakat bisa merasakan sensasi berlari di lintasan balap internasional, namun dengan konsep fun run yang aman, nyaman, dan penuh keseruan,” ujarnya.
Priandhi menambahkan bahwa konsep ini sengaja dipilih agar event dapat dinikmati oleh lebih banyak lapisan masyarakat.
Konsep ini juga menjadi bagian dari strategi menjadikan Mandalika sebagai destinasi sport tourism yang aktif sepanjang tahun.
"Kami ingin setiap event di Mandalika memberikan pengalaman yang lengkap. Bukan hanya olahraga, tetapi juga hiburan, pariwisata, dan interaksi langsung dengan ekosistem motorsport yang ada di sirkuit," jelas Priandhi.
Menjelang pelaksanaan event, Priandhi secara khusus mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dan meramaikan Mandalika Last Sunday Run 2025.
"Mari kita tutup tahun 2025 dengan aktivitas yang sehat, positif, dan penuh kebersamaan di Mandalika," katanya.
Editor : Marthadi