Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Buah Salak MBG dari SPPG Rempek Ditemukan Busuk

H
Penulis: Habibul Adnan❯

 Menu MBG yang diterima salah satu sekolah di Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga ditemukan ada buah salak busuk.
Menu MBG yang diterima salah satu sekolah di Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga ditemukan ada buah salak busuk.


Advertisement

LombokPost – Menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Utara mendapatkan sorotan, pada Selasa (24/2).

Tepatnya di Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga. Penyebabnya, buah salak yang dibagikan kepada siswa dilaporkan dalam kondisi busuk.

Temuan tersebut ada di TKN Handayani Luk dan SDN 1 Sambik Bangkol.

Advertisement

MBG untuk seluruh sekolah di desa ini disuplay dari dapur SPPG Rempek yang berlokasi di Dusun Telagamaluku, Desa Rempek, Kecamatan Gangga.

Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan kualitas menu yang dinilai tidak layak itu.

Kepala Desa Sambik Bangkol Suhaedi mengaku, keluhan tersebut bahkan kerap disampaikan kepada dirinya.

Advertisement

"Sebenarnya orang tua siswa sudah cukup lama menyampaikan keberatan terkait kualitas menu dan porsi makanan yang diterima anak-anak mereka," ujarnya.

Di samping menu yang kurang layak, orang tua siswa juga mengeluhkan porsi yang dianggap tidak sesuai dengan anggaran.

Yaitu porsinya terlalu sedikit. "Karena keluhan ini terus berulang, akhirnya disampaikan ke media,” ujarnya.

Suhaedi mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak SPPG. Dia menekankan agar kualitas menu benar-benar diperhatikan.

"Jangan sampai ada salak busuk seperti yang ditemukan hari ini (kemarin)," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kabupaten Lombok Utara H. Rusdi mengaki telah menerima laporan terkait temuan buah salak busuk.

Pihaknya langsung turun melakukan pengecekan di lapangan.

“Teman-teman korwil sedang cek, dan akan segera satgas tindak lanjuti,” katanya.

Dia menekankan agar kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat Program MBG seharusnya menjadi penopang asupan gizi siswa.

Sehingga masalah kualitas menu harus benar-benar diperhatikan.

"Kita meminta harus ada evaluasi agar benar-benar berdampak pada perbaikan kualitas dan pengawasan distribusi makanan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi," tegas H. Rusdi.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dana Dapur MBG Tak Cair, BGN Sebut Masalah Laporan Keuangan dan Data Penerima

Dana Dapur MBG Tak Cair, BGN Sebut Masalah Laporan Keuangan dan Data Penerima

BGN menjelaskan penyebab dana operasional dapur MBG tidak cair, mulai dari laporan keuangan harian hingga ketidaksesuaian data penerima.

Pendidikan Gizi Diusulkan Masuk Kurikulum, BGN Ingin Siswa Pahami Kebutuhan Nutrisi

Pendidikan Gizi Diusulkan Masuk Kurikulum, BGN Ingin Siswa Pahami Kebutuhan Nutrisi

BGN mengusulkan pendidikan gizi masuk kurikulum sekolah agar siswa memahami kebutuhan nutrisi, bukan sekadar menerima program MBG.

Uji Coba Berhasil, Pelaksanaan MBG Prasmanan Tunggu Restu Pimpinan

Uji Coba Berhasil, Pelaksanaan MBG Prasmanan Tunggu Restu Pimpinan

Uji coba terdebut menunjukkan efektivitas tinggi dalam tata kelola distribusi makanan bergizi bagi para siswa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer