Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Resahkan Warga, Kafe di Desa Anyar Ditertibkan

H
Penulis: Habibul Adnan❯

MERESAHKAN: Sebuah kafe di Desa Anyar, Kecamatan Bayan akhirnya ditertibkan petugas, Rabu (25/3).
MERESAHKAN: Sebuah kafe di Desa Anyar, Kecamatan Bayan akhirnya ditertibkan petugas, Rabu (25/3).


Advertisement

LombokPost – Kafe yang sempat dikeluhkan warga di Dusun Gereneng, Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara akhirnya ditertibkan kemarin (25/3).

Penertiban ini merupakan tindak lanjut atas keluhan masyarakat terkait aktivitas usaha yang dianggap mengganggu ketertiban umum.

Penertiban melibatkan unsur pemerintah kecamatan, Satpol PP, jajaran kepolisian dari Polres Lombok Utara, TNI, pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat setempat.

Advertisement

Sebelum turun ke lokasi, seluruh personel mengikuti apel kesiapan di halaman Kantor Camat Bayan.

Setelah itu, petugas bergerak menuju lokasi kafe dan melakukan pendekatan persuasif kepada pemilik usaha. Dalam proses tersebut, pemilik kafe bersedia kafenya secara permanen.

Setelah diberikan penjelasan, pemilik tidak keberatan," kata Kapolsek Bayan IPTU I Wayan Ciptanaya.

Advertisement

Selain penutupan, petugas juga melakukan penggeledahan di lokasi.

Sejumlah barang bukti berupa minuman tradisional serta minuman beralkohol berhasil diamankan.

Ciptanaya mengatakan, langkah penertiban ini merupakan respons cepat terhadap laporan masyarakat.

“Keberadaan kafe tersebut dinilai meresahkan warga karena aktivitas yang tidak sesuai norma dan berpotensi mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.

Dia menegaskan, pihaknya akan terus memantau kafe tersebut. Jika kembali beroperasi, kepolisian akan mengambil tindakan tegas.

"Tentu dengan tetap bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait," katanya.

Kepala Desa Anyar Rusni mengapresiasi langkah tegas aparat kepolisian yang langsung menertibkan kafe tersebut.

Dia mengatakan, keberadaan kafe di desanya sempat membuat keresahan di masyarakat.

"Sudah lama dikeluhkan warga karena meresahkan dan berdampak buruk terhadap kehidupan sosial masyarakat," katanya.

Sejumlah dampak negatifnya antara lain, sering terjadinya keributan dan perkelahian antar pemuda akibat pengaruh minuman keras.

Selain itu, warga Dusun Gereneng kerap mengalami pencurian, mulai dari kehilangan uang hingga puluhan juta rupiah, tabung gas LPG, hingga ternak.

Pada malam takbiran lalu, terjadi kericuhan yang melibatkan remaja dan warga setempat. Akibat kejadian itu, lima orang dilaporkan mengalami luka bacok.

"Para remaja yang terlibat kericuhan diduga di bawah pengaruh minuman keras," tutup Rusni.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Siswa SRMA Lotim Ikuti Pra-MPLS, Calon Siswa Diberi Motivasi dan Edukasi

Siswa SRMA Lotim Ikuti Pra-MPLS, Calon Siswa Diberi Motivasi dan Edukasi

Puluhan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 38 Lombok Timur (Lotim) dan Sekolah Rakyat Terintegrasi mengikuti kegiatan Pra-MPLS.

Wagub NTB Ajak Masyarakat Lestarikan Warisan Budaya, Hadiri Perayaan Hari Jadi Ke-18 Kabupaten Lombok Utara

Wagub NTB Ajak Masyarakat Lestarikan Warisan Budaya, Hadiri Perayaan Hari Jadi Ke-18 Kabupaten Lombok Utara

KLU Kaya Sumber Daya Alam dan Budaya. Memperteguh tekat melanjutkan pembangunan demi Kabupaten Lombok Utara yang semakin sejahtera.

Pemprov NTB Ajak Masyarakat Perkuat Kerukunan dan Toleransi Antarumat Beragama

Pemprov NTB Ajak Masyarakat Perkuat Kerukunan dan Toleransi Antarumat Beragama

KLU Jadi Kabupaten Peduli Kerukunan Umat Beragama. Wagub Hadiri Perayaan Sannipata Waisak 2570 BE di Vihara Bodhi Dharma.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer