
LombokPost – PDAM Amerta Dayan Gunung memastikan pasokan air bersih ke Sekolah Rakyat (SR) dalam kondisi normal. Kepastian ini sekaligus membantah kabar yang sempat beredar, bahwa operasional Sekolah Rakyat terkendala persoalan jaringan air.
Kepala Cabang PDAM Kayangan Juwita mengaku sempat terjadi gangguan jaringan air. Tetapi itu tidak sampai terhentinya aliran air.
Gangguan dipicu kebocoran pipa berdiameter enam inci di wilayah Gading dan Kayangan yang mengakibatkan tekanan air melemah.
“Tidak sampai satu minggu dan itu tidak mati total. Ada airnya, cuma kecil,” jelas Juwita saat diwawancarai, Rabu (21/10).
Baca Juga: KLU Perkuat Komitmen Lindungi Hak Anak
Setelah kebocoran diperbaiki, petugas harus melakukan normalisasi jaringan. Yaitu dengan membuang udara yang masuk ke dalam pipa.
Proses tersebut membutuhkan waktu karena distribusi air ke wilayah yang berada di ujung jaringan harus dilakukan secara bertahap.
“Setelah selesai perbaikan, kami harus normalisasi. Air dialirkan bertahap, mulai dari Air Bari, kemudian ke wilayah Amor-Amor yang paling ujung,” ungkapnya.
Juwita mengatakan, selama gangguan berlangsung, pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola Sekolah Rakyat untuk memantau kondisi pasokan air.
Pengaturan distribusi bahkan dilakukan hingga malam hari agar kebutuhan air di sekolah tersebut tetap terpenuhi tanpa mengabaikan pelayanan kepada pelanggan lainnya.
Ia menerangkan, distribusi air PDAM menuju Sekolah Rakyat dilayani melalui dua jalur. Yakni jaringan sektor Anjah dan dukungan pasokan dari instalasi pengolahan air.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




