
LombokPost - Air menjadi kebutuhan yang semakin sulit dipenuhi ketika kekeringan melanda. Sejumlah sumber air mulai mengering, sumur bor tak lagi mengeluarkan air. Kondisi inilah yang saat ini terjadi di wilayah Lombok Utara.
Dampak kekeringan mulai dirasakan warga KLU. Sumber air yang selama ini menjadi andalan dalam pemenuhan air bersih, diakui sudah banyak mengering. Demikian juga dengan sumur bor yang sudah tak lagi mengeluarkan air.
Kondisi semakin diperparah dengan kerusakan jaringan. Di tengah kondisi itu, terpal dan tandon menjadi barang yang paling banyak dibutuhkan masyarakat untuk menampung persediaan air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KLU mencatat, permintaan bantuan berupa terpal dan tandon cukup tinggi. Kedua perlengkapan tersebut menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk menampung air di tengah terbatasnya sumber air bersih.
Kabid Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi (KLRR) BPBD KLU Arno Wadi mengatakan, pihaknya terus menyalurkan bantuan logistik sesuai kebutuhan masyarakat. Permintaan bantuan disampaikan melalui pemerintah kecamatan sebelum ditindaklanjuti BPBD.
“Yang banyak diminta sekarang adalah tandon sama terpal. Terpal gunanya untuk menampung air di saat kekeringan, sama juga dengan tandon,” kata Arno.
Menurutnya, tingginya permintaan tersebut tidak terlepas dari kondisi sumber air masyarakat yang mulai terdampak kekeringan. Sejumlah sumur bor dilaporkan mengering, sedangkan sumur lainnya dan jaringan pipa mengalami kerusakan.
Kondisi itu membuat warga harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Penampungan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan ketika pasokan air terbatas.
Terpal dimanfaatkan untuk menampung air, sementara tandon digunakan sebagai tempat penyimpanan persediaan air.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




