“Kemensos sudah mengajukan santunan tersebut ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Kita tunggu saja,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos P3A Suryadin, kemarin (26/8).
Ia menuturkan, bupati KLU sudah menghadap ke Kemensos untuk membahas hal ini. Namun jawaban dari kementerian, saat ini dana tersebut sudah diajukan ke Kemenkeu 6 Agustus lalu.
Suryadin mengatakan, data penerima Jadup di KLU sebanyak 75.554 KK atau 242.572 jiwa. Estimasi dana yang dibutuhkan sebesar Rp 145.543. 200.000. Data dan jumlah kebutuhan dana ini yang diajukan Kemensos pada Kemenkeu.
Ia mengatakan, data penerima santunan dan Jadup sudah tuntas. Hanya saja persoalan rekening muncul. Hal ini dikarenakan data yang disetorkan warga banyak yang keliru. Di antaranya masih banyak yang salah mengisi kolom formulir yang diberikan.
“Seperti data NIK tidak semua warga mencantumkannya,” jelasnya.
Karena itu pihak bank tidak bisa menindaklanjuti pembuatan rekening. Pihak bank kemudian mengirimkan kembali data tersebut ke Dinsos. Pihaknya kemudian meminta desa untuk melengkapi data tersebut.
“Tapi jumlahnya tidak banyak,” imbuhnya
Hingga saat ini, jumlah rekening yang sudah jadi sebanyak 60 persen dari jumlah penerima. Meski begitu, pihaknya terus mengejar sisa tersebut hingga tuntas.
Ia menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum berani memastikan kapan Jadup akan cair. Apalagi Kemensos juga belum berani memberikan pernyataan dikarenakan belum ada jawaban dari Kemenkeu.
“Jadi warga mohon bersabar dulu. Ini kan anggaran dari pusat, kita tidak bisa intervensi,” pungkasnya. (fer/r4) Editor : Administrator