TANJUNG-Stok blanko e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) KLU semakin menipis. Hal ini diutarakan Kepala Dinas Dukcapil KLU H Rubain, Selasa (29/3).
”Kita masih tunggu dari pusat,” ujarnya.
Stok terakhir yang dimiliki Dinas Dukcapil hanya sekitar 1.500 keping. Itu merupakan stok akhir tahun lalu. Seiring berjalannya waktu, jumlahnya pun semakin banyak berkurang.
”Semoga bisa cukup sampai April nanti,” sambungnya.
Dinas Dukcapil kini mencoba mengatur ritme penggunaan sisa blanko yang ada. Seperti penggantian e-KTP retak akan ditunda dulu. Sebab masih bisa digunakan.
”Kita utamakan yang baru buat,” katanya.
Persoalan ketersediaan blanko e-KTP diakui Rubain tergantung pusat. Pihaknya sudah bersurat untuk meminta jatah blanko baru. Pemerintah pusat pun, bisa memantau sisa blanko yang ada di tiap daerah.
”Memang ini sudah masuk dalam triwulan pertama, makanya nanti kami akan bersurat lagi. Bahwa cadangan blanko kami sudah mulai menipis,” jelasnya.
Kebutuhan blanko e-KTP di KLU per tahun berkisar 20 ribu keping. Hanya saja, pemberiannya dilakukan secara bertahap. Sekitar 4.000-5.000 keping per sekali ambil. Ketika habis, pihaknya tinggal mengajukan lagi ke pusat.
”Memang permintaan ini pun ada hitungannya,” kata mantan kabag Pemerintahan Setda KLU itu.
Perhitungannya mulai dari jumlah masyarakat akan berusia 17 tahun keatas. Berikutnya jumlah orang menikah, jumlah anak yang tamat sekolah tapi tidak lanjut kuliah, dan tidak belajar atau bekerja.
”Kadang juga bisa lebih 20 ribuan keping dalam setahun,” tambahnya.
Jumlah yang bisa diprediksi saat ini adalah anak yang akan berusia 17 tahun. Selain itu, jumlah yang belum melakukan perekaman diklaim Rubain juga sudah pasti. Terkadang ada juga masyarakat yang ingin mengganti status pekerjaan. Namun hal itu sangat jarang .
”Belum lagi yang menikah, ini juga kita antisipasi,” katanya.
Meski begitu, dirinya juga memprediksi jika tahun ini jumlahnya lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Sebab pada 2021 lalu ada penggantian e-KTP masyarakat di 10 desa baru definitif.
”Sekarang kondisinya sudah menipis, makanya kita cetak sesuai keperluan saja,” tandasnya. (fer/r9)
Editor : Galih Mps