LombokPost – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lombok Utara memasuki tahap krusial. Yaitu telah memasuki proses lelang.
Targetnya pada awal Desember sudah ada penetapan pemenang dan penandatanganan kontrak kerja.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) KLU Fathurrahman menerangkan, sembari proses lelang berjalan, saat ini juga sedang melengkapi beberapa dokumen pendukung. Seperti UKL-UPL dan izin bangunan.
Dia mengaku saat ini di lokasi masih ada tanaman milik masyarakat. Fathurrahman sudah mengkomunikasikan hal itu agar pada awal Desember lahan dibersihkan.
"Karena pertengahan Desember peletakan batu pertama sudah dimulai,” jelasnya.
Kontrak pekerjaan ditargetkan berjalan mulai awal Desember dengan masa pengerjaan tujuh bulan. Jika sesuai rencana, bangunan akan rampung pada Juli 2026 dan siap digunakan untuk tahun ajaran baru 2026/2027.
“Bulan Januari 2026 kemungkinan sudah dimulai proses rekrutmen siswa," katanya.
Peserta didiknya berasal warga miskin yang masuk dalam desil 1 dan 2 berdasarkan data BPS.
Data tersebut kemudian akan dilakukan verifikasi untuk melihat kondisi sosial ekonomi di lapangan.
Hanya saja, sampai saat ini, ketentuan teknis penerimaan siswa masih menunggu pedoman resmi dari pemerintah pusat.
"Untuk teknis penerimaan siswa lebih jelas menunggu ketentuan dari pusat karena sejauh ini belum ada petunjuk lebih lanjut," kata Fathurrahman.
Sekolah Rakyat di Lombok Utara dibangun di atas aset Pemda seluas 6,7 hektare yang berlokasi di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan.
Sebagai lembaga pendidikan terintegrasi, membuka tiga jenjang sekaligus. Yaitu SD, SMP, dan SMA.
Dalam satu kawasan akan dibangun asrama, sarana olahraga, tempat ibadah, dapur, kantin, serta fasilitas penunjang lainnya.
"Seluruh kebutuhan siswa, termasuk penginapan, biaya pendidikan, hingga pakaian sekolah seluruhnya ditanggung," kata Fathurrahman.
Sementara itu, Kepala Dinas Dikbudpora Lombok Utara Muhammad Najib, menegaskan kesiapan dinasnya untuk mengelola seluruh aspek teknis pendidikan setelah bangunan selesai.
Nantinya setelah bangunan rampung, pelaksanaan pendidikannya diserahkan kepada ke OPD ini.
"Insyaallah kami siap melaksanakan amanah ini untuk memberikan layanan pembelajaran terbaik,” ujarnya.
Editor : Marthadi