Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Utara (KLU), dr. Lalu Bahrudin, mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan di laboratorium kesehatan. "Kami masih menunggu hasilnya," ujarnya.
Sementara menunggu hasil lab, untuk sementara dapur SPPG ditutup. Dapur penyedia MBG itu dilarang beroperasi.
“Dapur sudah tutup sampai menunggu hasil laboratorium,” ujar Bahrudin.
Sampel makanan telah dibawa untuk diperiksa lebih lanjut.
Eko juga menegaskan bahwa dapur SPPG Malaka untuk sementara waktu dihentikan operasionalnya, hingga batas waktu yang belum ditentukan.
“SPPG dilakukan evaluasi apa yang harus diperbaiki, selanjutnya sekarang kita menunggu hasil lab,” tuturnya.
Di sisi lain, Kepala Dapur SPPG Malaka M. Judin Nasrullah mengklaim proses pengolahan makanan telah dilakukan sesuai prosedur.
Ia menyebut sebelum didistribusikan, makanan telah melalui uji organoleptik untuk memastikan tidak ada perubahan rasa maupun kualitas.
“Soal menu ayam yang menjadi dugaan, tentu kami belum mengambil kesimpulan itu, kami juga tunggu hasil investigasi. Proses pengolahan makanan hari ini sudah sesuai juknis,” klaimnya.
Ia menambahkan, kejadian tersebut merupakan yang pertama kali. Untuk bahan makanan, pihaknya mengaku sebagian besar dipasok dari luar Lombok Utata, termasuk roti, sayur, dan ayam.
Editor : Kimda Farida