Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pascakasus Keracunan, Dapur SPPG Desa Malaka Lombok Utara Ditutup Sementara

Habibul Adnan • Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:08 WIB

dr. Lalu Bahrudin
dr. Lalu Bahrudin
LombokPost - Penyebab pasti dugaan keracunan terhadap 30 siswa Sekolah Dasar di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang yang diduga karena mengkonsumi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (11/2) masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sejauh ini, hasil pemeriksaan lab belum keluar.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Utara (KLU), dr. Lalu Bahrudin, mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan di laboratorium kesehatan. "Kami masih menunggu hasilnya," ujarnya.

Sementara menunggu hasil lab, untuk sementara dapur SPPG ditutup. Dapur penyedia MBG itu dilarang beroperasi.

“Dapur sudah tutup sampai menunggu hasil laboratorium,” ujar Bahrudin.

Sampel makanan telah dibawa untuk diperiksa lebih lanjut.

Eko juga menegaskan bahwa dapur SPPG Malaka untuk sementara waktu dihentikan operasionalnya, hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“SPPG dilakukan evaluasi apa yang harus diperbaiki, selanjutnya sekarang kita menunggu hasil lab,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Dapur SPPG Malaka M. Judin Nasrullah mengklaim proses pengolahan makanan telah dilakukan sesuai prosedur.

Ia menyebut sebelum didistribusikan, makanan telah melalui uji organoleptik untuk memastikan tidak ada perubahan rasa maupun kualitas.

“Soal menu ayam yang menjadi dugaan, tentu kami belum mengambil kesimpulan itu, kami juga tunggu hasil investigasi. Proses pengolahan makanan hari ini sudah sesuai juknis,” klaimnya.

Ia menambahkan, kejadian tersebut merupakan yang pertama kali. Untuk bahan makanan, pihaknya mengaku sebagian besar dipasok dari luar Lombok Utata, termasuk roti, sayur, dan ayam. 

Editor : Kimda Farida
#SPPG #SPPG Lombok Utara ditutup #mbg Lombok utara #siswa keracunan di Lombok Utara #Pemda Lombok Utara