Meski diperkirakan tidak terjadi lonjakan arus mudik yang signifikan, pemerintah daerah tetap melakukan langkah antisipasi guna memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Plt Kepala Dinas Perhubungan KLU Iwan Maret Asmara mengatakan, bahwa wilayah Lombok Utara umumnya tidak menjadi daerah dengan tingkat aktivitas mudik yang tinggi.
Karena itu, jelasnya, potensi kemacetan relatif kecil. “Di Lombok Utara tidak akan terlalu ramai aktivitas mudik,” ujar Iwan.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa peningkatan keramaian tetap berpotensi terjadi.
Khususnya di beberapa titik strategis, seperti di kawasan wisata yang banyak dikunjungi masyarakat saat libur Lebaran.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya tetap melakukan berbagai persiapan. Salah satunya dengan menyiapkan pos pengaduan bagi masyarakat.
Pos ini diharapkan dapat menjadi pusat informasi sekaligus tempat pelaporan jika terjadi kendala di lapangan.
Selain itu, Dishub juga akan melibatkan berbagai pihak dalam pengamanan dan pengawasan selama masa libur Lebaran.
Koordinasi lintas sektor dilakukan agar penanganan di lapangan dapat berjalan secara terpadu.
Ia menambahkan, pihak kepolisian juga biasanya sigap dalam membantu pengamanan.
Karena itu, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Polres Lombok Utara untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama periode libur Lebaran.
"Tentu kita tetap ada koordinasi. Di setiap pos yang dibuat Polres, pasti kita tempatkan personel di situ," tutupnya.
Editor : Redaksi Lombok Post