Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Gitak Demung Gotong Royong Bangun Jembatan

Habibul Adnan • Jumat, 27 Maret 2026 | 10:00 WIB

KOMPAK: Warga Gitak Demung, Desa Genggelang dengan beberapa anggota TNI Gotong Royong bangun jembatan.
KOMPAK: Warga Gitak Demung, Desa Genggelang dengan beberapa anggota TNI Gotong Royong bangun jembatan.

LombokPost - Jembatan Di Dusun Gitak Demung, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga beberapa waktu lulus. Sejak kejadian itu, akses warga terputus sama sekali.

Di Dusun Gitak Demung, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, waktu seakan berjalan lebih lambat sejak jembatan penghubung putus pada 20 Januari 2026 lalu.

Akses yang dulu menjadi urat nadi warga, kini hanya menyisakan jejak dan cerita tentang perjalanan yang semakin sulit.

Setiap hari, warga harus memutar jauh, melewati jalur alternatif yang tidak hanya memakan waktu, tetapi juga menyimpan risiko.

Anak-anak sekolah melangkah lebih pagi dari biasanya, sementara para orang tua harus ekstra tenaga untuk sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, di tengah keterbatasan itu, harapan mulai kembali tumbuh. Pagi itu, warga bersama beberapa anggota TNI dari Koramil 1606-10/Gangga tampak bergotong royong.

Dengan peralatan sederhana di tangan, mereka menyatu dalam satu tujuan. Yaitu menyiapkan lokasi pembangunan jembatan gantung bantuan pemerintah pusat.

Cangkul dan sekop bergerak beriringan. Tangan-tangan yang berbeda latar belakang itu kini bekerja dalam ritme yang sama.

Tawa kecil sesekali pecah di sela keringat yang mengalir.

Gotong royong bukan sekadar kata, tetapi benar-benar terasa hidup di sana. “Ini bukan hanya tentang membangun jembatan, tapi juga membangun harapan,” ujar Serma Samsudin, mewakili Danramil 1606-10/Gangga.

Bagi warga Gitak Demung, jembatan bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah penghubung kehidupan. Jalan menuju sekolah, pasar, dan masa depan.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Lombok Utara Dipastikan Beroperasi Tahun Ajaran Baru

Tanpanya, aktivitas terhambat, ekonomi tersendat, dan jarak terasa semakin panjang.

Sekitar 40 kepala keluarga menggantungkan harapan pada jembatan gantung yang akan dibangun.

Selama ini, mereka bertahan dengan kondisi yang jauh dari ideal. Namun, kehadiran TNI di tengah mereka menghadirkan energi baru.

“Kami merasa tidak sendiri,” kata Syamsul, Kepala Dusun Gitak Demung.

Kehadiran TNI, katanya memberi semangat bagi warga. Dia berharap, jembatan tersebut bisa segera selesai dan segera difungsikan sebagai akses bagi warga.

Baginya, gotong royong ini tidak hanya memulai pembangunan jembatan. Tetapi sedang membangun kembali harapan.

Membangun akses yang lebih baik, serta merajut kehidupan dan masa depan yang kembali normal.

Editor : Akbar Sirinawa
#warga Dusun Gitak Demung gotong royong #jembatan di Lombok Utara #gotong royong bangun jembatan di Lombok Utara #warga Lombok Utara gotong royong bangun jembatan