Ngopi, Ziarah, Sekalian Mancing? Ini Spot Unik di Lombok yang Bikin Nagih
Lalu Mohammad Zaenudin• Minggu, 29 Juni 2025 | 21:00 WIB
MENDUNG BERGULUNG: Sejumlah pemancing lokal memburu ikan di pantai Loang Baloq.
Cumi Naik, Kakap Narik! Loang Baloq Ramai Diburu Pemancing Lokal, Ini Waktu Joran Melengkung Besok!
LombokPost - Di barat Kota Mataram, sekitar enam kilometer dari pusat kota, terhampar dua destinasi yang tak hanya digemari pemancing, tapi juga para penikmat suasana: Ampenan dan Loang Baloq.
Berada di wilayah Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, kedua tempat ini menyajikan kombinasi langka, pantai panjang, taman hijau, dan situs religi berupa makam keramat yang ramai diziarahi.
Ketika pagi menjelang atau senja merayap turun, tempat ini berubah jadi ruang damai yang menenangkan.
Embusan angin laut membawa harum asin, dan para pemancing berdiri tenang di tepian pantai. Masing-masing menanti suara khas dari joran yang mendadak menegang—sebuah pertanda bahwa lautan menyapa balik.
Target Ikan: Dari Karang Sampai Cumi
Bagi penggemar shore fishing, Loang Baloq adalah spot yang cukup lengkap.
Saat pagi datang, terutama antara pukul lima hingga tujuh, ikan-ikan karang dan demersal mulai naik ke permukaan.
Kakap, baronang, dan kerapu menjadi target utama. Gerombolan kecil sering terlihat mendekati bibir pantai, apalagi saat ombak tenang.
Begitu malam tiba, giliran cumi-cumi yang jadi primadona.
Permukaan air yang diterangi lampu senter atau cahaya dari pancing listrik menjadi arena berburu yang menantang.
Teknik yang digunakan pemancing lokal pun cukup khas—menggabungkan shore cast dengan jaring manual atau “tirai”, yang biasanya digelar pagi-pagi sekali saat arus belum terlalu kuat.
Teknik Efektif dan Umpan yang Disukai
Beberapa teknik dasar shore fishing terbukti ampuh di sini:
Casting paralel ke gelombang lebih disarankan daripada melempar lurus ke tengah.
Cari area dengan arus balik (rip current) atau foam putih yang tampak menjauh dari bibir pantai. Di situlah ikan biasanya lewat.
Gunakan float rig sederhana seperti Santee Cooper, terutama untuk membawa umpan hidup atau potongan ikan ke dasar air.
Umpan alami masih jadi pilihan utama: udang segar, potongan ikan kecil, atau sotong.
Namun bila menggunakan lure, pilih yang berukuran kecil dan menyerupai mangsa lokal, seperti soft plastic berwarna natural.
Waktu terbaik memancing?
Tetap di dua jam emas: pagi antara 05.00–07.00, dan sore saat golden hour sekitar 16.00–18.00.
Hindari suara gaduh atau banyak gerakan di dalam air—ikan di perairan ini cukup sensitif dan bisa kabur hanya karena gesekan air yang tak biasa.
Komunitas dan Update Spot Real-Time
Satu hal yang memperkaya pengalaman mancing di Ampenan dan Loang Baloq adalah keberadaan komunitas-komunitas aktif.
Grup seperti Mancing Liar Lombok dan NTB Memancing rutin membagikan update via Facebook—baik soal laporan tangkapan, kondisi arus, hingga tips spot baru yang potensial.
Tak sedikit pula trip-trip kecil yang mereka organisir. Dari yang santai hingga yang penuh tantangan, semuanya terbuka untuk diikuti.
Komunitas ini ibarat buku panduan hidup yang bisa langsung ditanya, dijawab, dan bahkan diajak strike bareng.
Akses Mudah, Fasilitas Nyaman, Suasana Tenang
Tak perlu alat berat atau kendaraan khusus. Lokasi Ampenan dan Loang Baloq bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun empat.
Jalan Ring Road Barat sudah beraspal rapi, dan area parkir cukup luas di sekitar taman dan kompleks makam.
Fasilitas publik pun lengkap. Warung-warung lokal menyediakan camilan, kopi panas, dan kebutuhan ringan lainnya.
Gazebo tersedia untuk istirahat, dan toilet umum bisa ditemukan di sekitar area taman.
Ruang hijaunya juga tertata bersih dan nyaman—pas untuk menenangkan pikiran setelah lelah casting.
Cuaca dan Waktu Paling Ideal
Berdasarkan ramalan cuaca terbaru, dua hari terbaik untuk mancing adalah 29 dan 30 Juni, 2025.
Cuaca diprediksi cerah, dengan suhu siang hari sekitar 31°C dan malam sekitar 23°C. Ikan cenderung aktif, dan air laut tenang—kombinasi yang sangat menguntungkan.
Namun, mulai 1 Juli hingga 5 Juli, cuaca diperkirakan kurang bersahabat.
Ada potensi badai petir dan hujan deras, terutama di sore dan malam hari. Jika tetap ingin turun ke spot, disarankan memilih tempat yang aman dan terlindung, atau menunda hingga cuaca membaik.
Pasang Surut dan Waktu Strike Favorit
Waktu pasang tertinggi biasanya terjadi sekitar 04.30 pagi dan kembali naik pada 12.30 siang.
Sedangkan surut jatuh pada pukul 07.00 pagi dan 20.00 malam.
Mancing di masa transisi pasang naik—terutama yang terjadi bersamaan dengan jam feeding pagi—cenderung memberikan hasil lebih baik.
Strike Itu Bonus, Tapi Suasana Itu Utama
Bagi sebagian orang, mancing di Loang Baloq dan Ampenan bukan sekadar mengejar hasil tangkapan.
Lebih dari itu, ini soal kembali menyatu dengan suasana. Tentang ketenangan yang ditawarkan garis pantai. Tentang ombak kecil yang memecah di kaki.
Dan tentang diam yang justru menghidupkan.
Kalau kamu merasa butuh jeda dari rutinitas kota, inilah salah satu tempat terbaik untuk menepi.
Siapkan joran terbaikmu, pastikan cuaca bersahabat, dan biarkan waktu berjalan pelan di antara desir angin dan tarikan senar.
Selamat berburu sensasi. Di sini, mancing bukan cuma soal strike, tapi tentang meresapi laut dengan cara paling jujur.