LombokPost – Jika Papua memiliki Raja Ampat yang mendunia, maka Kabupaten Bima memiliki Pulau Kelapa yang pesonanya mampu membius siapa saja.
Gugusan bukit karangnya menjulang di tengah laut jernih. Destinasi ini menjadi primadona baru bagi mereka yang mendambakan ketenangan sejati.
Terletak di Desa Nggelu, Kecamatan Lambu, Pulau Kelapa merupakan pulau paling timur dari Pulau Sumbawa yang berada tepat di perairan Selat Sape.
Berbatasan langsung dengan NTT dan Pulau Komodo, pulau seluas 5.850 hektare ini menawarkan lanskap eksotis yang belum tersentuh modernisasi masif.
Oleh masyarakat lokal, khususnya para nelayan, pulau ini akrab disebut Pulau So Lampu, merujuk pada keberadaan mercusuar dan menara tua di atasnya.
Selain keindahan alam, jejak sejarah juga tersimpan di sini. Berupa bunker peninggalan masa kolonial Belanda yang semakin menambah daya tarik mistis pulau tak berpenghuni ini.
Daya pikat utama Pulau Kelapa terletak pada gugusan batuan karang yang membentuk pulau-pulau kecil di sekelilingnya.
Saat hari cerah, air laut di pesisirnya tampak seperti kilauan kaca berwarna biru yang terkena sinar matahari.
Gradasi warna biru laut, dari toska muda hingga biru tua, bahkan memungkinkan pengunjung melihat dasar laut dengan jelas dari atas perbukitan.
Bagi pencinta wisata bahari, perairan Pulau Kelapa adalah surga snorkeling dan diving. Terumbu karang yang sehat menjadi rumah bagi gerombolan ikan warna-warni yang tak segan berenang di dekat penyelam.
Di pesisir, pengunjung akan dimanjakan dengan hamparan pasir putih halus yang bersih. Menjelang senja, pemandangan matahari terbenam dari puncak bukit pulau ini merupakan momen magis yang tak terlupakan.
Lingkaran matahari jingga yang berpadu dengan birunya laut menjadi latar belakang sempurna bagi para pemburu foto landscape.
Karena statusnya yang belum berpenghuni, Pulau Kelapa sangat cocok bagi wisatawan yang memiliki jiwa petualang dan ingin merasakan sensasi camping di alam liar.
Jauh dari hiruk-pikuk kota, berkemah di antara perbukitan dan ilalang Pulau Kelapa menjanjikan ketenangan yang sulit ditemukan di destinasi populer lainnya.
Menuju Pulau Kelapa, dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin atau Kota Bima, Anda dapat menempuh perjalanan darat sejauh 50 kilometer menuju Pelabuhan Sape selama kurang lebih 1,5 jam.
Dari Pelabuhan Sape, Anda harus menyewa perahu kayu atau speedboat. Perjalanan laut memakan waktu 1 hingga 2 jam, tergantung kondisi cuaca dan gelombang.
Pengunjung disarankan untuk berangkat pada pagi hari dan kembali pada sore hari untuk alasan keamanan navigasi.
Bagi yang ingin camping, pastikan untuk berkoordinasi dengan pemilik perahu agar dijemput keesokan harinya.
Editor : Prihadi Zoldic