Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menilai energi bersih dari panas bumi ini sebagai bukti nyata bahwa masyarakat NTT ikut memimpin transisi energi di Indonesia.
Dalam kunjungan kerja ke PLTP Ulumbu di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Rabu (16/7), Gubernur NTT menegaskan pentingnya Geothermal Ulumbu sebagai sumber energi masa depan yang aman dan ramah lingkungan.
“Penggerak awal panas bumi di Indonesia itu orang NTT asal Pulau Sabu. Geothermal Ulumbu adalah bukti bahwa energi bersih bisa jalan tanpa ganggu alam sekitar,” kata Melki.
Gubernur Melki yang hadir bersama Bupati Manggarai Herybertus Nabit menyampaikan hal itu dalam dialog terbuka dengan warga sekitar PLTP Ulumbu.
Ia menyebut PLTP Ulumbu eksisting (10 MW), yang sudah beroperasi 13 tahun, sebagai bukti bahwa energi bersih NTT tidak menimbulkan dampak negatif.
“Tidak ada sawah gagal panen, ternak tetap sehat, dan warga tidur nyenyak. Ini bukti geothermal aman,” tegasnya.
Warga Desa Wewo yang hadir pun kompak menyatakan tak ada keluhan selama operasional PLTP. Justru keberadaan PLTP Ulumbu mempermudah akses listrik dan mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat.
PLTP Ulumbu kini tengah bersiap masuk tahap baru melalui proyek PLTP Ulumbu Unit 5-6 (40 MW) yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Meski ada sejumlah penolakan, Gubernur menyatakan siap berdialog dengan semua pihak.
“Kami akan terus berdiskusi secara adat dan musyawarah. Seperti filosofi gendang one lingko pe’ang orang Manggarai,” ujarnya.
Melki juga menegaskan bahwa teknologi pengeboran yang digunakan PLN harus terbaik dan berstandar tinggi, demi menjaga kualitas lingkungan.
Di tempat terpisah, General Manager PLN UIP Nusra Yasir menyatakan bahwa dialog langsung bersama gubernur memperkuat dukungan terhadap proyek panas bumi Manggarai.
“Kehadiran Pak Gubernur menjadi sinyal kuat dari pemerintah. PLN juga sudah bentuk Satgas untuk solusi proyek ini,” kata Yasir.
PLN sendiri memastikan bahwa pengembangan Geothermal Ulumbu dilakukan dengan prinsip transparansi, partisipasi publik, serta pengawasan lingkungan ketat, termasuk uji kualitas air, udara, dan dampak sosial masyarakat.
Sebagai bagian dari komitmen sosial, PLN menjalankan Program TJSL di sekitar PLTP Ulumbu. Mulai dari pembangunan MCK dan air bersih, pengembangan hortikultura, layanan kesehatan, hingga dukungan untuk komunitas adat.
“Ini wujud nyata PLN tak sekadar bangun pembangkit, tapi hadir bagi kehidupan sosial warga,” tutup Yasir. (*)
Editor : Marthadi