LombokPost--Dunia penerbangan Indonesia diguncang kasus penyamaran setelah seorang wanita berinisial Nisya, 23 tahun berhasil menyamar sebagai pramugari Batik Air dan lolos hingga masuk ke dalam pesawat.
Insiden pada rute Palembang–Jakarta ini terungkap setelah foto-foto pelaku mengenakan seragam dan atribut palsu maskapai tersebut viral di media sosial pada Selasa (7/1).
Berdasarkan keterangan, pelaku menggunakan seragam palsu Batik Air dan berhasil melewati berbagai titik pemeriksaan di bandara.
Ia akhirnya teridentifikasi bukan sebagai awak kabin resmi dan diamankan.
Baca Juga: Proyek Lenangguar-Lunyuk Dikerjakan Siang dan Malam, Adendum 50 Hari Kerja
Klarifikasi dan Tindakan Hukum
Dalam klarifikasinya, Nisya mengaku bukan pramugari resmi dan memohon maaf serta berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
Saat ini, ia telah diamankan di Polres setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak maskapai Batik Air dan Lion Group menyatakan dirugikan atas penyalahgunaan merek dan atribut perusahaan.
Mereka menegaskan komitmen terhadap keamanan dan standar operasional.
Peringatan untuk Keamanan Penerbangan
Kasus ini menyoroti celah keamanan dalam verifikasi identitas awak kabin di area bandara.
Otoritas bandara dan maskapai didorong untuk memperketat pengawasan, termasuk pemeriksaan dokumen dan sistem akses, guna mencegah insiden serupa terulang dan menjaga keamanan penerbangan nasional.
Editor : Kimda Farida