Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Nisfu Syakban, Waktu yang Tepat untuk Bertaubat

Lombok Post Online • Jumat, 30 Januari 2026 | 11:48 WIB
TGH Muharrar Iqbal
TGH Muharrar Iqbal

LombokPost“Allah SWT memperhatikan seluruh makhluk-Nya pada malam pertengahan bulan Syakban, lalu Dia mengampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang yang berbuat syirik dan orang yang bermusuhan “ (HR Ibnu Majah)

Malam Nisfu Syakban adalah malam pertengahan bulan Syakban,yang oleh banyak ulama dipandang sebagai malam penuh rahmat dan ampunan Allah.

Malam ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia, lalu menengok ke dalam diri: sudah sejauh mana kita taat kepada Allah dan bersih dalam hubungan dengan sesama.

Rasulullah SAW bersabda: “Allah SWT memperhatikan seluruh makhluk-Nya pada malam pertengahan bulan Syakban, lalu Dia mengampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang yang berbuat syirik dan orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)

Hadis di atas menjelaskan bahwa pada malam Nisfu Syakban, Allah membuka pintu ampunan seluas-luasnya kepada hamba-Nya.

Namun ada dua golongan yang terhalang dari ampunan tersebut, yaitu orang yang berbuat syirik dan orang yang hatinya dipenuhi permusuhan.

Dari sini kita belajar bahwa Allah SWT tidak hanya melihat banyaknya ibadah, tetapi juga keikhlasan tauhid dan kebersihan hati.

Seseorang bisa rajin saalat dan puasa, tetapi jika masih menyimpan dendam, iri, dan kebencian, maka ia sendiri yang menutup pintu rahmat Allah SWT.

Malam Nisfu Syakban juga menjadi waktu yang tepat untuk bertaubat.

Taubat bukan hanya ucapan di lisan, tetapi penyesalan di hati dan tekad kuat untuk memperbaiki diri.

Karena Syakban adalah bulan sebelum Ramadan, maka siapa yang membersihkan dirinya di Syakban, insya Allah akan memasuki Ramadan dengan hati yang siap dan iman yang lebih kuat.

Di kalangan ulama dan masyarakat pesantren, malam Nisfu Syakban sering diisi dengan memperbanyak doa, istigfar, salawat, membaca Alquran, dan muhasabah diri. Semua itu bukanlah kewajiban yang dipaksakan, melainkan ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah sesuai kemampuan masing-masing.

Yang paling penting dari malam Nisfu Syakban bukanlah ramainya amalan, tetapi perubahan sikap setelahnya. Apakah kita menjadi lebih rajin saalat, lebih lembut kepada sesama, lebih jujur, dan lebih takut berbuat dosa.

Pembaca yang dirahmati Allah SWT. Maka, mari kita jadikan malam Nisfu Syaban sebagai malam meminta ampun kepada Allah, malam membersihkan hati dari dendam, dan malam menata niat menyambut Ramadan. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, membersihkan hati kita, dan mempertemukan kita dengan bulan Ramadan dalam keadaan iman yang lebih baik. Wallohu’alam Bisshawab. (*)

Editor : Kimda Farida
#malam #Ibadah #ampunan #Keikhlasan #Nisfu Syakban