Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bulan Jadi Merah! Gerhana Bulan Total 'Worm Moon' 3 Maret 2026 Bisa Dilihat di Seluruh Indonesia, Cek Jadwalnya!

Nurul Hidayati • Jumat, 27 Februari 2026 | 16:30 WIB

Fenomena Langka Ramadan: Gerhana Bulan Total
Fenomena Langka Ramadan: Gerhana Bulan Total

LombokPost - Setelah parade planet di akhir Februari, langit Indonesia kembali bersiap menyambut pertunjukan alam yang tak kalah memukau.

Pada Selasa, 3 Maret 2026, fenomena Gerhana Bulan Total yang bertepatan dengan purnama Worm Moon diprediksi akan menyelimuti langit nusantara, mengubah warna rembulan menjadi merah tembaga yang eksotis.

Fenomena ini sangat istimewa karena terjadi di awal tahun 2026 dan dapat disaksikan dengan mata telanjang di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, tanpa perlu alat bantu khusus.

Mengapa Disebut "Worm Moon" dan "Blood Moon"?

Istilah Worm Moon merujuk pada purnama bulan Maret, di mana dalam tradisi belahan bumi utara, tanah mulai mencair dan cacing tanah mulai muncul kembali.

Namun, saat gerhana total terjadi, bulan ini akan berubah menjadi Blood Moon (Bulan Darah). Warna merah ini muncul karena atmosfer Bumi membiaskan cahaya Matahari dan memproyeksikan spektrum warna merah ke permukaan Bulan.

Jadwal Pengamatan di Indonesia (WIB)

Berdasarkan data prakiraan, berikut adalah rincian waktu terjadinya gerhana dalam zona Waktu Indonesia Barat. Gerhana Sebagian Dimulai: 16.10 WIB (Bulan masih di bawah atau baru terbit di ufuk timur).

Awal Fase Total: 18.04 WIB (Waktu terbaik mulai mengamati). Puncak Gerhana Total: 18.34 WIB (Bulan tampak merah sempurna).

Akhir Fase Total: 19.04 WIB. Gerhana Berakhir Lengkap: 20.17 WIB. (Untuk wilayah WITA, tambahkan 1 jam, dan untuk WIT tambahkan 2 jam dari jadwal di atas).

Cara Terbaik Menyaksikan Gerhana

Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan 100 persen aman dilihat dengan mata telanjang. Untuk melihat tidak memerlukan kacamata khusus. Berikut tips agar pengalaman menonton lebih seru.

Cari Ufuk Timur yang Lapang: Karena fenomena dimulai saat Bulan baru terbit, pastikan arah timur Anda tidak terhalang gedung atau pohon tinggi.

Minim Polusi Cahaya: Pergi ke area yang lebih gelap seperti taman atau dataran tinggi untuk melihat kontras warna merah yang lebih tajam.

Gunakan Teropong/Teleskop: Jika ingin melihat detail kawah bulan yang tertutup bayangan, alat optik sederhana akan sangat membantu.

Abadikan dengan Mode Malam: Gunakan tripod dan night mode pada ponsel Anda untuk menangkap momen langka ini.

Momen Edukasi Keluarga

Peristiwa ini menjadi sarana belajar yang luar biasa bagi anak-anak dan pelajar untuk memahami mekanika tata surya. Beberapa titik pengamatan seperti Observatorium Astronomi ITERA di Lampung direncanakan akan membuka fasilitas untuk publik yang ingin melihat fenomena ini lewat teleskop profesional.

Jangan lewatkan momen ini, karena Gerhana Bulan Total dengan durasi dan visibilitas sebaik ini tidak terjadi setiap bulan!

Editor : Pujo Nugroho
#Indonesia #gerhana #worm moon #teleskop #bulan