LombokPost - Pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kota Mataram menunjukkan tren capaian yang positif. Hingga awal Agustus, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram mencatat pendataan di lapangan telah mencapai 82 persen dari total target 199 ribu sasaran yang mencakup unit usaha dan keluarga.
Kepala BPS Kota Mataram Moh Reza menjelaskan, dari total target tersebut, setidaknya 157 ribu sasaran telah berhasil didata oleh petugas lapangan. Pihaknya optimistis mampu menuntaskan sisa target 100 persen sebelum batas akhir pelaksanaan pada 31 Agustus mendatang.
“Sisa waktu kurang lebih satu bulan ini kita maksimalkan. Target kita bukan sekadar mengejar angka, melainkan kualitas data dan coverage agar tidak ada keluarga maupun usaha di Mataram yang terlewat,” katanya.
Baca Juga: BPS Targetkan Pendataan Sensus Ekonomi NTB Rampung 17 Agustus
Reza tak memungkiri terdapat tantangan tersendiri dalam pelaksanaan sensus di wilayah perkotaan. Tipologi Kota Mataram yang didominasi kawasan pertokoan serta perumahan elit menjadi tantangan bagi petugas untuk menemui responden secara langsung.
Menanggapi kekhawatiran terkait potensi penolakan warga hingga isu sanksi pidana bagi yang enggan didata, Reza menegaskan BPS mengedepankan pola humanis. Meski pun secara regulasi undang-undang mengatur ketentuan hukum, BPS tetap memilih langkah edukatif dan persuasif.
“Secara undang-undang memang ada aturan hukumnya, tetapi kita tidak langsung menerapkan hal tersebut. Pendekatan kita tetap persuasif. Jika ada kendala, petugas merangkul perangkat daerah, camat, lurah, hingga ketua RT setempat untuk memberikan pemahaman kepada warga,” jelasnya.
Untuk menjamin validitas dan mencegah manipulasi data, BPS menerapkan sistem validasi serta pengawasan berlapis. Pengecekan konsistensi indikator dan deteksi anomali data dilakukan secara real-time.
Baca Juga: Bumi Langit Nasib 2 Gelandang AC Milan Yunus Musah dan Youssouf Fofana, Bukti Roda Berputar
“Jika ditemukan ketidaksesuaian atau anomali, tim pengawas akan langsung melakukan verifikasi ulang ke lapangan. Kualitas data adalah prioritas utama kami,” pungkasnya. (chi)
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Liputan