PLN UIP Nusra Perluas Akses Air Bersih di Lembata, Kini Mengalir hingga Desa Atakore

Marthadi • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 11:01 WIB
Masyarakat Lewokoba, Desa Atakore, berkumpul mengisi gentong saat air bersih mulai mengalir dan menjangkau permukiman mereka.
Masyarakat Lewokoba, Desa Atakore, berkumpul mengisi gentong saat air bersih mulai mengalir dan menjangkau permukiman mereka.

 

LombokPost - Akses air bersih mulai dirasakan masyarakat Lewokoba, Desa Atakore, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Jaringan perpipaan yang dikembangkan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama Yayasan Payung Perjuangan Humanis (PAPHA) Indonesia berhasil mengalirkan air hingga wilayah tersebut.

Uji coba jaringan dilakukan pada 31 Agustus 2026. Air yang bersumber dari mata air Wai Wu di Desa Nubahaeraka berhasil mengalir hingga Lewokoba.

Setelah uji coba berhasil, pembangunan jaringan dilanjutkan dengan pemasangan pipa menuju Kampung Genek, Dusun Tubuk Rajan, Desa Atakore.

Pengembangan jaringan tersebut merupakan bagian dari program Desa Berdaya air bersih yang menyasar masyarakat di wilayah terdampak proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei.

Baca Juga: 6.631 Kasus Baru TBC Ditemukan di NTB

Selain Desa Atakore, jaringan air bersih juga diarahkan untuk menjangkau masyarakat Desa Lerek dan Dusun Bauraja, Desa Nuba Atalojo.

Ketua Yayasan PAPHA Indonesia Cabang Lembata Paulus Makarius Dolu mengatakan, pembangunan jaringan air bersih tersebut tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Mulai dari pemilik lahan, tokoh adat, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa ikut mendukung proses pembangunan jaringan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya pemilik lahan di sekitar mata air Wai Wuw dan sepanjang jalur perpipaan serta lokasi bak penampungan,” ujar Paulus.

Baca Juga: Nelayan Hilang Saat Cari Cumi-Cumi di Perairan Areguling, Tim SAR Perluas Pencarian

Dia juga mengapresiasi masyarakat Nubahaeraka, Benolo, Bauraja, Lewokoba, Genek dan Watuwawer yang terlibat dalam proses gotong royong.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Lembata, Pemerintah Kecamatan Atadei, Pemerintah Desa Nubahaeraka, Nuba Atalojo dan Atakore, perangkat dusun, RT serta tokoh adat.

“Semua pihak mengambil bagian sehingga air ini bisa semakin dekat dengan masyarakat. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada PLN Peduli yang telah mendukung program ini,” katanya.

Bagi warga Lewokoba, masuknya air bersih ke wilayah mereka menjadi momentum penting. Selama bertahun-tahun, masyarakat setempat menghadapi keterbatasan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Kemenkum NTB Dorong SIKAP-KI, Layanan Kekayaan Intelektual Kini Makin Digital

Tokoh Adat Lewokoba Agus Bala Puhun mengatakan, kondisi tersebut membuat warga harus menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan air.

“Kami seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Yayasan PAPHA Indonesia dan PT PLN (Persero). Sudah beratus-ratus tahun kami belum menikmati akses air bersih seperti ini,” ungkap Agus.

Menurut dia, keterbatasan sumber air bahkan membuat masyarakat menggunakan batang dan pelepah pisang untuk kebutuhan mandi.

“Sekarang air sudah masuk ke desa kami. Kami sangat bersyukur dan menyampaikan banyak terima kasih karena akhirnya masyarakat bisa melihat dan menikmati air sampai di sini,” lanjutnya.

Rasa syukur juga disampaikan Ketua RT 07 Dusun Tubuk Rajan, Desa Atakore, Raimundus Muhi Puhun.

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Yayasan PAPHA Indonesia dan PT PLN (Persero) karena telah membantu menghadirkan akses air bagi masyarakat kami,” ujarnya.

Baca Juga: Dewan Lobar Desak Sekda Definitif Segera Diisi, Wabup Tunjuk Asisten I Jadi Pelaksana Harian

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra RDW. Manurung mengatakan, penyediaan air bersih menjadi salah satu bentuk komitmen PLN untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di sekitar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

“Kami ingin kehadiran PLN memberikan manfaat yang menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Akses air bersih merupakan kebutuhan penting, sehingga kami berupaya mendukung masyarakat agar dapat memperoleh sumber air yang lebih mudah dan memberikan dampak bagi peningkatan kualitas hidup,” kata Manurung.

Program Desa Berdaya tidak hanya menyasar kebutuhan air bersih. PLN UIP Nusra bersama Yayasan PAPHA Indonesia juga melakukan pendampingan untuk memperkuat ekonomi masyarakat Desa Nubahaeraka.

Pendampingan dilakukan terhadap kelompok tani dan kelompok perempuan dalam pengembangan komoditas kacang tanah, tanaman biofarmaka dan hortikultura.

Pengembangan jaringan air bersih dan pendampingan masyarakat akan dilanjutkan secara bertahap. Program tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses air bersih, tetapi juga mendukung kesehatan, produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar proyek geothermal Atadei.

Editor : Marthadi
Desa Atakore Desa Berdaya PLN PLTP Atadei air bersih Lembata PLN UIP Nusra