“Terlebih di saat memakai kendaraan sepeda motor tidak bersinggungan dengan kondisi kesehatan terutama penyakit bawaan,” ujarnya.
Nyoman Ananda Sujana yang akrab disapa Nyoman ini ternyata sejak setahun lalu sudah terpaut hatinya dengan salah satu jenis kendaran sepeda motor keluaran Honda. Skuter Forza 250 CC.
Kendaraan jenis motor ini tergolong cukup mewah, besar dan tentu harganya cukup lumayan mahal. Namun mahalnya harga motor tidak menjadi masalah baginya. Nyoman mengaku yang penting rasanya dan nyaman dipakai.
Kata Nyoman, mesin kendaraan ini sangat cocok untuk perjalanan jauh bagi yang suka melakukan aktivitas touring. Dilengkapi juga dengan sistem pengereman yang pakem dan telah dilengkapi dengan sistem pengereman ABS (anti-lock braking sistem). Tentunya motor ini telah dilengkapi dengan teknologi PGM-FI seperti motor Honda baru dan sama sekali gak ada getarannya jika dibanding dengan jenis motor lain.
“Baru di motor Forza 250 CC ini saya rasakan sama sekali tidak ada getarannya ketika sudah kita berkendara dan sangat cocok dengan kondisi kesehatan saya yang memiliki penyakit jantung. Sebelumnya pernah saya memakai sepeda motor jenis lain namun karna ada getarannya sangat terasa membuat saya tidak nyaman,” aku Nyoman.
Semenjak mengalami penyakit jantung, untuk perjalanan jarak jauh atau keluar daerah dia menggunakan Forza 250 CC. Saat ini sudah tidak lagi. Dia menggunakan motor ini hanya untuk melakukan aktivitas kerjaan dan sesekali keliling Kota Mataram.
“Emang rasanya beda sekali, pengalaman saya memakai Forza 25 CC ini ketika akan melewati sambungan aspal, kalau motor lain pasti ada getaran,” tutur Nyoman.
Terkait dengan servis atau perbaikan onderdil, Nyoman mengakui sampai saat ini belum pernah melakukan. Dia hanya melakukan pergantian oli, itupun baru sekali ganti sejak dibeli tahun 2019 lalu. Karna dalam ketentuannya pergantian oli bisa diganti setelah jarak tempuh tiap 12.000 kilometer (km) atau hampir satu tahun sekali sedangkan untuk motor biasa tiap 2.500-3.000 km.
“Bisa dibayangkan jika ikutin aturan jarak 12.000 ganti oli, bisa-bisa pedagang olinya tutup karna olinya lama lakunya,” kata Nyoman sambil bercanda.
Semakin meningkatnya penggunaan jenis motor Honda di NTB khsusnya di Mataram menjadi perhatian serius Nyoman terutama dalam hal pelayanan. Apalagi Honda sendiri sudah punya brand. Nyoman pun berharap Honda tetap mempertahankan kualitas dan pelayanan dan paling tidak harus tahu apa kemauaan dari customernya sehingga dapat memupuk atau menambah kecintaan customer terhadap Honda. (glh/r10)
Editor : Baiq Farida