Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pentingnya Cek Kondisi Ban Sebelum Touring

Galih Mps • Selasa, 17 Januari 2023 | 12:45 WIB
FOKUS: Mekanik Honda saat melakukan pemeliharaan kendaraan konsumen, beberapa waktu lalu.(HONDA FOR LOMBOK POST)
FOKUS: Mekanik Honda saat melakukan pemeliharaan kendaraan konsumen, beberapa waktu lalu.(HONDA FOR LOMBOK POST)

MATARAM-Ban adalah salah satu komponen penting pada sepeda motor. Oleh karena itu ban perlu mendapat perhatian dan perawatan ekstra demi menjaga keselamatan perjalanan.


Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB Satria Wiman Jaya mengatakan ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjada kondisi ban tetap awet dan sehat. ”Jaga tekanan udara dalam ban, rutin lakukan penggantian angin lama ke yang baru,” ujarnya.


Tak kalah penting, berkendara aman dengan menghindari potensi benturan keras pada ban. Juga seimbangkan beban pada motor agar beban yang bertumpu pada ban juga tetap seimbang.


Dijelaskan, tekanan udara harus diperiksa sesuai dengan tipe motor. Semakin tinggi cc motor semakin besar pula bobot/berat dari motor tersebut. Untuk matic,  depan: 29 psi (sendirian dan berboncengan). Ban belakang: 33 psi (sendirian), 36 psi (berboncengan). Untuk bebek, depan: 29 psi (sendirian), 30 psi (berboncengan). Ban belakang: 31 psi (sendirian), 33 psi (berboncengan). ”Sedangkan untuk motor sport, depan: 32 psi (sendirian), 34 psi (berboncengan). Ban belakang: 39 psi (sendirian), 41 psi (berboncengan),” jelasnya.


Setelah berkendara, jangan lupa untuk melakukan pengecekan di sekitar area ban. Bersihkan juga benda tajam atau kerikil yang menyangkut di ban gunan menghindari kebocoran.


Saat berkendara, harus lebih fokus untuk melihat area permukaan tanah atau jalan yang tajam atau memiliki banyak kerikil. Sarannya, berkendara dengan pelan atau pada kecepatan 20 km/jam.


Tak kalah penting, menghindari berkendara melebihi batas maksimum yang sudah di tentukan. ”Karena akan mempengaruhi ban dan akan cepat rusak,” imbuhnya.


Pengendara juga diingatkan melakukan pergantian angin dalam ban secara berkala. Ada dua opsi pemilihan angin ban yaitu angin biasa dan nitrogen. Untuk angin biasa, lakukan pengurasan angin setiap jarak tempuh 70-100 km sedangkan untuk nitrogen lakukan setiap 3-4 bulan.


Kondisi pengereman yang buruk juga akan membuat ban cepat rusak. Seperti kondisi ban selip akan membuat ban terkikis saat melakukan pengereman. ”Sarannya, lakukan pengereman dengan prediksi bahaya untuk memaksimalkan pengereman dan menghindari pengereman mendadak saat dijalan,” tutupnya. (*/r9)

Editor : Galih Mps
#Astra Honda NTB