LombokPost-PT Astra Honda Motor (AHM) kembali gelar School Camp 2025. Sebanyak 42 pelajar dan guru ikut ambil bagian. Mereka berasal dari Sekolah Satu Hati (SSH) wilayah Jakarta dan Jawa Barat.
Kegiatan ini digelar di Saung Angklung Udjo (SAU), akhir Juni lalu. School Camp 2025 mengangkat tema “Generasi Muda Beraksi, Angklung Sekolah Satu Hati Menginspirasi.” Tujuannya untuk mengenalkan dan melestarikan budaya angklung.
Peserta belajar langsung dari para perajin angklung. Mereka melihat proses pembuatan angklung. Dimulai dari pemilihan bambu hingga pengikatan rotan.
Peserta juga diajarkan bermain angklung. Mereka mengenal dua jenis tangga nada: diatonis dan pentatonis.
Angklung diatonis memiliki 7 tangga nada seperti piano. Sedangkan pentatonis memiliki 5 tangga nada khas Sunda. Keduanya masih digunakan dan dilestarikan di SAU.
Peserta juga dibekali keterampilan public speaking. Mereka dilatih untuk menjadi duta budaya. Tujuannya, agar bisa mempromosikan angklung ke masyarakat luas.
General Manager Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan, AHM ingin guru dan siswa aktif melestarikan budaya. Angklung dipilih karena nilai sejarah dan budayanya tinggi. Program ini sudah berjalan sejak 2014.
AHM juga mendorong penggunaan media sosial. Siswa diajak mengenalkan angklung secara digital. Sesuai perkembangan zaman dan literasi digital.
"Keseriusan kami disambut antusias," kata Muhibbuddin.
"Pelajar dan guru dari SD hingga SMA ikut aktif," sambungnya.
"Semangat Sinergi Bagi Negeri menjadi dasar kolaborasi ini," jelasnya.
AHM bekerja sama dengan Saung Angklung Udjo. SAU dikenal sebagai pusat budaya angklung Jawa Barat. SAU juga telah mempromosikan angklung hingga ke luar negeri.
AHM berkomitmen menjaga eksistensi angklung. Angklung sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia sejak 2010. Lewat School Camp, angklung dikenalkan pada generasi muda Indonesia. (*/r1)
Editor : Pujo Nugroho