LombokPost — Rombongan Astra, jurnalis, dan content creator berkumpul di perbukitan Padalarang untuk mengikuti Workshop Lingkungan Astra 2025 yang digelar di Kampung Berseri Astra Cidadap, Selasa (21/11).
Lokasi itu berada di kaki bentang alam Stone Garden dan Guha Pawon, Cidadap sebagai contoh ecovillage yang menggabungkan pelestarian lingkungan, edukasi, dan geowisata.
Workshop yang sudah memasuki pelaksanaan ke-16 ini dirancang untuk mendorong partisipasi langsung peserta dalam aksi pelestarian bersama warga Cidadap.
Kegiatan inti meliputi pembuatan pupuk organik Bokashi dan penanaman benih sayuran kegiatan praktis yang sekaligus menjadi sarana edukasi ketahanan pangan dan pengelolaan sampah bagi masyarakat setempat.
Penyelenggaraan tahun ini menonjolkan sinergi antar program Astra, termasuk penerima apresiasi SATU Indonesia Awards, program sosial seperti Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Astra, serta peran yayasan dan komunitas internal seperti Yayasan Astra Bina Ilmu dan Komunitas Perempuan Astra.
Kolaborasi tersebut dimaksudkan untuk memperluas dampak positif yang berkelanjutan bagi desa-desa binaan.
Kampung Berseri Astra Cidadap menunjukkan bagaimana kolaborasi jangka panjang dapat menghasilkan perubahan nyata.
Workshop Lingkungan Astra 2025 kami selenggarakan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam merawat lingkungan sekaligus memperluas dampak positif ke lebih banyak komunitas.
"Inisiatif ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa,” kata Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto.
Sejak dikembangkan oleh Grup Astra pada 2017, Kampung Berseri Astra Cidadap telah membentuk lebih dari 60 kader lingkungan yang aktif mengelola sampah, menjalankan program edukasi ketahanan pangan, serta memanfaatkan komposter cair dan eco-enzyme.
Desa ini pernah meraih Trophy Utama Program Kampung Iklim (ProKlim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dengan catatan pelaksanaan lebih dari lima kegiatan lingkungan setiap tahun dan keterlibatan ratusan warga dalam program edukasi dan aksi lapangan.
Kampung ini dibagi ke dalam sejumlah zona pengembangan: Taman Edukasi Terpadu yang menjadi pusat PAUD-TK berbasis alam, ruang serbaguna, komposter cair, eco-enzyme, serta bank sampah produktif yang mengelola penimbangan, pencatatan, dan “tabungan sampah”.
Pranaraksa Center dan Taman Buah Langka Nusantara berfungsi sebagai pusat pelatihan dan konservasi tanaman lokal.
Sementara Pranaraksa & Geotheater Hawu Pabeasan menjadi arena edukasi biodiversitas dan geodiversitas yang kerap dipakai untuk outing class, jogging, dan kegiatan edukasi terbuka bagi pengunjung.
Sebagai destinasi geowisata, Cidadap juga menjadi pintu masuk bagi wisata bertema minat khusus.
Tebing Hawu misalnya, menjadi lokasi favorit bagi komunitas panjat tebing; lebih dari 53 peserta aktif dari berbagai komunitas pemanjat Jawa Barat rutin berlatih di kawasan ini.
Lokasinya yang berada di jalur menuju Stone Garden dan Guha Pawon menjadikan Cidadap titik awal penting bagi edukasi geologi untuk pelajar, komunitas, dan wisatawan.
Kolaborasi bersama Astra memberi ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mengembangkan potensi lokal yang sudah ada.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak pihak memahami bahwa upaya menjaga lingkungan dapat seiring dengan pemberdayaan masyarakat,” ujar tokoh penggerak Kampung Berseri Astra Cidadap Deden Syarif Hidayat.
Workshop Lingkungan Astra 2025 di Cidadap menegaskan komitmen Astra untuk terus berkolaborasi dengan komunitas lokal dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).