Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pirlo Ketakutan, Cannavaro Tegas: “Diam, Aku Angkat Piala Dunia Sebentar Lagi!”

Alfian Yusni • Rabu, 6 Agustus 2025 | 22:47 WIB
Momen emosional antara Andrea Pirlo dan Fabio Cannavaro saat final Piala Dunia 2006 di Berlin. (istimewa)
Momen emosional antara Andrea Pirlo dan Fabio Cannavaro saat final Piala Dunia 2006 di Berlin. (istimewa)

LombokPost - Momen emosional antara Andrea Pirlo dan Fabio Cannavaro saat final Piala Dunia 2006 di Berlin kembali ramai diperbincangkan.

Kisah yang ditulis dalam buku Pirlo "I Think, Therefore I Play" itu kini viral lagi di media sosial, memperlihatkan sisi paling manusiawi dari para jagoan sepak bola Italia.

Saat Italia menghadapi Prancis dalam adu penalti yang menentukan, Andrea Pirlo mengaku ketakutan.

“Saya ketakutan. Saya tidak bisa menemukan teman bicara, jadi saya memeluk Cannavaro dan berkata, 'Fabio, aku takut',” tulisnya dalam buku tersebut.

Cannavaro yang saat itu menjadi kapten Italia tidak langsung merespons. Ketika Pirlo mengulanginya untuk kedua kali, lagi-lagi tidak dijawab.

Namun saat Pirlo hendak mengatakannya untuk ketiga kali, sang kapten langsung menyela, “Diam, Andrea! Aku akan mengangkat Piala Dunia beberapa menit lagi!”

Ucapan tersebut ternyata benar. Italia keluar sebagai juara dunia 2006 setelah memenangkan adu penalti atas Prancis.

Trofi pun benar-benar diangkat oleh Cannavaro, dan foto dirinya memeluk Pirlo saat adu penalti menjadi salah satu gambar paling ikonik dalam sejarah sepak bola modern.

Momen ini kini kembali viral di media sosial, terutama di Facebook dan forum-forum penggemar sepak bola, seperti World Soccer Talk.

Banyak netizen yang menganggap interaksi singkat tapi emosional itu sebagai simbol ketenangan, kepemimpinan, dan rasa percaya diri tingkat tinggi yang dimiliki Cannavaro.

 

Sementara itu, di berbagai ulasan terbaru tentang buku "I Think, Therefore I Play", bagian tersebut selalu jadi sorotan utama.

Pirlo tidak hanya menggambarkan pertandingan dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi psikologis seorang pemain yang berdiri di ambang sejarah.

Meski buku itu pertama kali diterbitkan hampir satu dekade lalu, kisah adu penalti Italia vs Prancis 2006 tetap hidup dalam ingatan fans sepak bola dunia.

Pirlo dan Cannavaro menjadi ikon bukan hanya karena skill mereka, tapi juga karena bagaimana mereka mengelola rasa takut dan harapan dalam tekanan tertinggi. (***)

Editor : Alfian Yusni
#momen emosional #piala dunia 2006 #andrea pirlo #fabio cannavaro #italia