Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menunggu Dejan Tumbas Menjadi Striker, Diego Forlan-nya Persebaya

Dhion Priharyanto Prasetya • Senin, 11 Agustus 2025 | 20:45 WIB
Photo
Photo

LombokPost - Dejan Tumbas didatangkan oleh Persebaya Surabaya di paruh putaran kedua musim 2024/25. Dia berposisi sebagai pemain depan dan didatangkan dengan status bebas transfer dari klub FK Khujand, Tajikistan. Tak main-main, pemain asal Serbia ini datang ke Indonesia dengan atribut pemain asing terbaik Liga Tajikistan 2024.

Debut Dejan Tumbas dimulai tak lama dari sesi perkenalan yaitu saat away melawan PSS Sleman. Di laga debutnya dia mencetak satu gol namun dianulir V.A.R. dan Persebaya Surabaya kalah dengan skor 3-1. Kesan pertama yang didapatkan saat melihat penampilan striker bernomor 91 ini adalah ngeyel, berteknik dan penempatan posisi yang bagus. 

Namun tatkala Gilson Costa penampilannya memburuk, maka Dejan Tumbas dimainkan sebagai gelandang oleh Paul Munster. Dan hasilnya tidak buruk. Bahkan Tumbas mampu mencetak satu gol saat melawan Semen Padang yang lagi-lagi harus dianulir karena dianggap offside oleh keputusan V.A.R.

Saat dimainkan sebagai gelandang tengah, Dejan Tumbas mencerminkan bahwa dirinya mampu menunjukkan kinerja yang baik dan etos kerja tinggi. Sehingga tak salah jika banyak orang merepresentasikan penampilannya sebagai wujud Ndas Mangap yang sesungguhnya.

Memasuki musim 2025/26 tampuk kepelatihan telah berganti dari Paul Munster ke Eduardo Perez. Namun Perez tidak mengembalikan Tumbas ke posisi aslinya sebagai seorang penyerang. Alih-alih mengembalikannya sebagai pemain depan, Tumbas justru dipasang sebagai bek kiri. Terlihat di laga pra-musim tatkala melawan Western Australia.

Banyak pihak tentu kagum dengan versatility yang dimiliki oleh Dejan Tumbas. Namun ada juga yang menanyakan kenapa kok harus dia yang dimainkan di posisi itu. Tentu, alasan utama mengapa Tumbas diplot menjadi bek kiri hanya pelatih dan jajarannya yang memahami. 

Tetapi bukan tanpa cela saat Dejan Tumbas dimainkan sebagai bek kiri. Ini terlihat di laga pembuka BRI Super League 2025/26 saat melawan PSIM Yogyakarta. Sebagai pemain yang dominan menggunakan kaki kanan, tentu perlu waktu untuk mengolah si kulit bundar saat mengawali sebuah skema serangan.

Pun saat menyerang dan bertahan. Terlihat ada sedikit rasa canggung dengan Bruno Moreira yang mengisi posisi winger kiri. Hal ini harus segera diatasi oleh Edu Perez. Mengingat Persebaya Surabaya harus berjuang lebih keras lagi di pekan kedua saat menghadapi tuan rumah Persita Tangerang.

Dalam komposisi pemain yang ada sekarang, sebetulnya banyak permutasi posisi pemain dan kemungkinan yang bisa dipilih oleh Edu Perez. Di sektor bek kiri ada Alfredo Tata atau bahkan Rachmat Irianto. Bahkan memasang Tata pun bisa menjadi pilihan satu nama pemain U22 yang wajib dimainkan di 45 menit babak pertama.

Photo
Photo

Saya berpendapat, jika kembali memasang Dejan Tumbas sebagai gelandang atau memainkannya di posisi naturalnya sebagai seorang penyerang akan memberikan dampak yang bagus bagi kemajuan Tim Bajul Ijo.

Bukan tidak mungkin efek positif pria yang dijuluki "Diego Forlan"-nya Persebaya ini akan membuka rekening golnya yang selama ini mampet. Mampukah Dejan Tumbas melakukannya? 

Editor : Siti Aeny Maryam
#BRI Super League 2025/2026 #persebaya #dejan tumbas