LombokPost - Jagad maya termasuk para fans AC Milan dihebohkan dengan kabar yang beredar, bahwa FIFA telah menyetujui aturan offside baru.
Seorang penyerang hanya dianggap offside jika seluruh tubuhnya berada di depan pemain bertahan, tidak sebagian seperti saat ini.
Mengapa fans AC Milan heboh, tak lain karena aturan ini akan menguntungkan striker oportunis yang bermain tipis di garis pertahanan lawan.
Ya, AC Milan pernah punya nama legenda striker bertipikal seperti ini dalam diri Filippo Inzaghi.
Terlepas dari banyak golnya, Filippo Inzaghi juga kerap terperangkap offside karena sebagian tubuhnya, entah kaki, tangan, atau kepala sudah mendahului bek terakhir saat umpan diberikan pemain AC Milan lainnya.
"Inzaghi keburu pensiun, klo ada sejak dulu mungkin udh top skor sepanjang masa," tulis Azam Pratama dalam salah satu grup FB fans AC Milan.
Jika aturan ini benar diterapkan, hal ini juga berpotensi mengubah lansekap persepakbolaan secara luas.
Tim-tim dengan garis pertahanan tinggi, yang kerap terus menekan lawan di area pertahannya, harus meramu ulang strategi.
Salah sedikit menerapkan jebakan offside, lawan yang terus tertekan malah berpeluang mencetak gol dengan serangan cepat.
Baca Juga: AC Milan Wajib Gercep, Kontrak Kapten Amerika dan Elang Ajaib Prancis Segera Usai
Ya, tak hanya striker bertipe seperti Filippo Inzaghi di AC Milan pada masa lalu yang diuntungkan, tim yang memiliki striker bertipe pelari juga bisa memanfaatkan aturan ini.
Aturan baru ini juga berpotensi membuat klub ragu menerapkan jebakan offside, walhasil strategi lini pertahanan lebih dalam bisa kembali berkembang.
Bahkan dalam bayangan lebih luas, strategi cattenacio ala kunci grendel Italia yang juga pernah dijalankan AC Milan pada masa kejayaan bisa kembali hidup.
Alih-alih memasang jebakan offside, tim akan lebih memilih membuat banyak barikade di belakang, dan hal seperti itu sangat jago dilakukan tim Italia semisal Juventus hingga AC Milan pada masa lalu.
Kembali ke situasi dua pekan lalu, saat itu gol AC Milan oleh Santiago Gimenez dianggap offside karena sebagian tubuhnya sudah melebihi pemain belakang terakhir lawan.
Kedepan, gol-gol seperti ini agaknya akan banyak tercipta jika aturan baru itu benar diterapkan. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic