LombokPost - Bayern Munich vs Chelsea menjadi laga paling panas di pekan perdana Liga Champions 2025/2026.
Pertandingan ini bukan sekadar duel pembuka, melainkan adu gengsi dua raksasa Eropa yang sama-sama berstatus unggulan juara.
Bayern Munich datang ke laga ini dengan modal luar biasa. Tim asuhan Vincent Kompany menyapu bersih lima laga kompetitif musim ini dengan kemenangan.
Mereka mencetak 19 gol dan hanya kebobolan lima kali. Trofi Super Cup Jerman sudah lebih dulu mereka raih usai menumbangkan Stuttgart, menegaskan bahwa Die Bavaria siap berjaya di Eropa.
Momentum positif makin terasa usai Bayern melibas Hamburg 5-0 di Bundesliga. Harry Kane mencetak brace, sementara Serge Gnabry, Luis Díaz, dan Aleksandar Pavlović melengkapi pesta gol.
Statistik ini membuat Bayern Munich vs Chelsea diprediksi akan berlangsung terbuka dengan banyak gol.
Harry Kane, ujung tombak Bayern, tampil percaya diri meski sempat disindir mantan presiden klub, Uli Hoeness, yang menyebut Bayern seperti Hoffenheim di Eropa.
“Kami bukan underdog. Target kami jelas, finis teratas grup,” tegas Kane.
Ia bahkan mengaku siap mendapat cibiran fans Chelsea. “Kalau dibenci fans Chelsea, itu justru motivasi tambahan,” katanya.
Di sisi lain, Chelsea punya alasan tersendiri untuk optimistis. Allianz Arena adalah tempat saksi sejarah saat mereka menumbangkan Bayern lewat adu penalti di final Liga Champions 2012. Kemenangan itu masih segar dalam memori publik London Barat.
Kapten Chelsea, Reece James, menyebut skuad muda The Blues kali ini siap bersaing dengan tim terbaik Eropa.
“Kami belajar dari masa lalu, termasuk kekalahan melawan Bayern. Kini kami lebih solid,” ujarnya.
Namun, Chelsea tidak datang dengan kekuatan penuh. Nama-nama seperti Romeo Lavia, Benoit Badiashile, Liam Delap, Levi Colwill, dan Dário Essugo dipastikan absen.
Meski begitu, Cole Palmer dipastikan fit dan siap menjadi kreator serangan The Blues.
Bayern juga tidak luput dari masalah cedera. Raphaël Guerreiro, Alphonso Davies, Hiroki Ito, dan Jamal Musiala diperkirakan absen.
Kompany kemungkinan mengandalkan Joshua Kimmich, Leon Goretzka, atau Aleksandar Pavlović di lini tengah.
Sejarah menunjukkan, rata-rata duel Bayern Munich vs Chelsea menghasilkan 4,29 gol per pertandingan.
Bayern memang dominan dalam rekor pertemuan, tetapi Chelsea punya sejarah besar di stadion ini.
Odds dari berbagai rumah taruhan menempatkan Bayern sedikit lebih diunggulkan dengan peluang menang di atas 60 persen.
Prediksi skor bervariasi, mulai dari 2-1 hingga 3-1 untuk Bayern, tetapi tak sedikit juga yang memperkirakan skor imbang 2-2.
Satu nama yang menarik perhatian adalah Nicolas Jackson, striker Senegal yang dipinjam Bayern dari Chelsea.
UEFA memperbolehkan pemain pinjaman tampil melawan klub induk di Liga Champions. Artinya, Jackson bisa turun menghadapi mantan rekan setimnya.
Dengan modal tren kemenangan, Bayern Munich tentu difavoritkan di laga ini. Namun, Chelsea punya motivasi besar membawa kembali aura juara dunia klub 2025 dan kenangan indah 2012 di Allianz Arena.
Duel Bayern Munich vs Chelsea di Liga Champions 2025/2026 ini jelas bukan sekadar laga pembuka, melainkan potret persaingan dua tim elit yang sama-sama mengincar tahta Eropa. (***)
Editor : Alfian Yusni