LombokPost - Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri dan pemain tertua Luka Modric telah menciptakan harmoni khusus, berdasarkan diskusi dan saran, baik taktis maupun non-taktis.
Itu adalah suatu hubungan, dengan rasa hormat terhadap peran, yang melampaui hubungan klasik antara pelatih dan pemain AC Milan.
Keputusan untuk menggunakannya sebagai Deep-Lying Playmaker (regista) serupa peran Andrea Pirlo terdahulu juga merupakan hasil dialog antara keduanya.
Luka Modric sendiri disebut-sebut adalah orang pertama yang tiba di Milanello dan yang terakhir pulang saat latihan AC Milan.
Menunjukkan betapa seriusnya pemain itu dalam sesi latihan sekali pun, sekaligus menjadi contoh bagi rekan-rekan lainnya di AC Milan.
Luka Modric juga sangat ramah, nyaris tak ada hari tanpa ia menghabiskan waktu bersama para penggemar, pemain AC Milan itu selalu menyempatkan menyapa, memberi tanda tangan, atau berfoto dengan fans.
Jeremy Menez mantan pemain AC Milan turut memuji dampak kehadiran Luka Modric.
"Kedatangan Luka Modric mengingatkan saya pada kedatangan Zlatan Ibrahimovic," sanjungnya.
Jeremy Menez menyebut Luka Modric banyak memberikan hal penting untuk para pemain muda dan juga untuk tim AC Milan secara keseluruhan.
Baca Juga: Strategi AC Milan Menjebak para Lawan
Dari Zlatan Ibrahimovic ke Luka Modric, AC Milan selalu punya sosok legenda yang jadi panutan di ruang ganti.
Sebuah langkah brilian yang entah kebetulan atau memang direncanakan, yang pasti kini performa AC Milan sedang bagus-bagusnya.
Dan ada peran pemain senior bernama Luka Modric di skuad AC Milan kali ini, mirip peran yang dulu dijalankan Zlatan Ibrahimovic. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic