Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rumor Panas Soal 3 Kandidat Terkuat yang akan Disodorkan PSSI Sebagai Pengganti Kluivert, Berikut Profil Lengkapnya

Fratama P. • Kamis, 30 Oktober 2025 | 19:44 WIB
Rumor pelatih Timnas Indonesia
Rumor pelatih Timnas Indonesia

LombokPost - Setelah kabar perpisahan dengan Patrick Kluivert, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dilaporkan langsung kebanjiran tawaran dari sejumlah agen pelatih kelas dunia untuk menukangi Timnas Indonesia.

Kabar ini mengindikasikan bahwa posisi pelatih kepala Timnas Indonesia semakin menarik perhatian figur-figur berpengalaman di kancah sepak bola global.

Mengutip laporan dari jurnalis senior Mohammed Ali Mahrus melalui akun X-nya, terdapat chat dari orang dalam PSSI yang mengonfirmasi adanya agen yang menyodorkan beberapa nama pelatih top untuk Timnas Indonesia.

Para pelatih ini memiliki rekam jejak yang solid, baik di level tim nasional maupun klub-klub besar Eropa dan Amerika.

Tiga nama besar yang mencuat ke permukaan dan disebut siap mengambil alih kursi kepelatihan Timnas Indonesia adalah Roberto Donadoni, Juan Carlos Osorio, dan Oscar García.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai profil dan filosofi kepelatihan ketiga kandidat potensial tersebut:

1. Roberto Donadoni: Disiplin dan Pengalaman Azzurri

Roberto Donadoni adalah nama yang tidak asing bagi penggemar sepak bola, terutama di Eropa.

Lahir di Cisano Bergamasco, Italia, pada 9 September 1963, ia dikenang sebagai salah satu winger terbaik Italia yang sukses besar bersama AC Milan di bawah arahan pelatih legendaris Arrigo Sacchi dan Fabio Capello pada era 80-an dan 90-an.

Setelah gantung sepatu pada tahun 2000, Donadoni beralih ke jalur kepelatihan.

Ia meniti karier di klub-klub kecil seperti Lecco, Livorno, dan Genoa, sebelum mendapatkan kepercayaan besar untuk memimpin tim nasional Italia pada tahun 2006, menggantikan Marcello Lippi yang baru saja menjuarai Piala Dunia.

Di bawah kepemimpinannya, Italia berhasil mencapai babak perempat final Euro 2008, meski harus tersingkir melalui adu penalti oleh Spanyol yang kemudian keluar sebagai juara.

Setelah melatih tim nasional, karier Donadoni berlanjut di sejumlah klub Serie A seperti Napoli, Cagliari, Parma, dan Bologna.

Terakhir kali, ia melatih Shenzhen FC di Liga Super Tiongkok pada 2019.

Donadoni dikenal sebagai pelatih yang menekankan permainan kolektif dan memiliki karakter yang tenang namun sangat disiplin dengan struktur pertahanan yang solid.

2. Juan Carlos Osorio: Inovasi Taktis dan Pendekatan Ilmiah

Juan Carlos Osorio, pelatih asal Kolombia, dikenal luas karena metode latihannya yang unik dan filosofi permainan yang sangat modern.

Julukannya, El Recreacionista atau “Si Rekreasionis,” mencerminkan pendekatannya yang inovatif dan cenderung eksperimental di lapangan.

Lahir pada 8 Juni 1961, Osorio memiliki latar belakang akademik yang kuat di bidang olahraga.

Setelah cedera parah memaksanya pensiun dini pada usia 26, ia mendalami ilmu kepelatihan dan sepak bola, meraih gelar Sarjana Ilmu Olahraga dari Southern Connecticut State University, serta lisensi kepelatihan UEFA A dari FA Inggris.

Puncak karier Osorio adalah saat ia dipercaya melatih tim nasional Meksiko pada Oktober 2015.

Di bawah arahannya, Meksiko tidak hanya tampil meyakinkan dalam kualifikasi, tetapi juga lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia sebagai juara grup zona CONCACAF.

Momen paling fenomenal Osorio adalah memimpin Meksiko meraih kemenangan bersejarah 1-0 atas Jerman, sang juara bertahan, pada fase grup Piala Dunia 2018.

Osorio sangat dikenal sebagai pelatih yang sangat detail dan ilmiah, gemar melakukan rotasi ekstrem dan sering mengubah formasi bahkan di tengah pertandingan.

Meskipun pendekatan taktisnya sering memicu kritik karena terlalu eksperimental, ia juga dikagumi karena fleksibilitasnya yang berbasis analisis mendalam.

3. Oscar García: Filosofi La Masia dan Penguasaan Bola

Oscar García, mantan pemain Barcelona, adalah pelatih cerdas dengan rekam jejak yang luas dan pengalaman menukangi tim di delapan negara berbeda, mulai dari Spanyol, Inggris, Austria, Prancis, hingga Meksiko.

Lahir di Sabadell, Catalonia, pada 26 April 1973, García merupakan produk asli akademi kenamaan *La Masia* Barcelona.

Setelah pensiun pada 2005, ia mendalami ilmu kepelatihan, bahkan sempat menjadi asisten Johan Cruyff di tim nasional Catalonia—sebuah periode yang membentuk filosofi sepak bola menyerang dan penguasaan bola ala Total Football pada dirinya.

Karier kepelatihannya melejit saat ia memimpin Maccabi Tel Aviv pada 2012, meraih gelar Liga Primer Israel 2012/13.

Kesuksesan terbesarnya datang saat menukangi Red Bull Salzburg (2015–2017), di mana ia memenangkan dua gelar Bundesliga Austria dan dua Piala Austria secara beruntun.

García dikenal piawai dalam mengembangkan pemain muda, seperti Hwang Hee-chan, dan menjaga dinamika positif di ruang ganti tim.

Gaya bermainnya berorientasi pada penguasaan bola dan serangan cepat, warisan tak terpisahkan dari filsafat Cruyff.

PSSI kini memiliki deretan opsi pelatih dengan latar belakang dan filosofi berbeda.

Apakah Timnas Indonesia akan memilih pendekatan disiplin Eropa ala Donadoni, inovasi taktis dari Osorio, atau penguasaan bola total ala Oscar García?***

Editor : Fratama P.
#pelatih #Timnas Indonesia #PSSI