LombokPost - Mantan bintang Arsenal, Emmanuel Petit, mengungkapkan penyesalannya terhadap dua gelandang Premier League yang ia yakini seharusnya mendarat di Emirates Stadium, namun kini justru membela klub rival.
Petit menyebut nama Moises Caicedo dari Chelsea dan Alexis Mac Allister di Liverpool sebagai dua transfer Arsenal yang gagal diwujudkan.
Emmanuel Petit percaya bahwa duet kedua pemain tersebut akan menjadi tambahan yang luar biasa bagi skuad racikan Mikel Arteta. ”Ketika Caicedo di Brighton, saya ingin Arsenal merekrut dia dan Mac Allister bersama-sama,” kata Emmanuel Petit.
Arsenal memang menunjukkan ambisi besar dalam strategi transfer mereka, bahkan memecahkan rekor klub untuk merekrut Declan Rice. Namun, ada dua nama yang luput dari genggaman.
Moises Caicedo adalah target jangka panjang saat masih berseragam Brighton. Gelandang Ekuador ini bahkan sempat secara terbuka menyatakan keinginannya bergabung dengan Arsenal sebelum akhirnya Chelsea sukses mengamankan tanda tangannya dengan biaya besar.
Sementara itu, Arsenal memang tidak secara serius dikaitkan dengan Alexis Mac Allister. Namun, Emmanuel Petit menilai gelandang Argentina yang kini menjadi salah satu gelandang Premier League paling kreatif dan tenang di liga itu akan sangat cocok dengan gaya bermain Mikel Arteta.
”Mac Allister telah menjadi salah satu gelandang terbaik di Premier League dan memenangkan trofi tahun lalu, Caicedo kini juga salah satu yang terbaik,” tambah Petit.
Komentar Emmanuel Petit ini menggarisbawahi betapa sulitnya mewujudkan transfer Arsenal di tengah pasar yang semakin kompetitif.
Meskipun The Gunners gagal mendapatkan Moises Caicedo dan Alexis Mac Allister, Strategi klub di bawah Mikel Arteta secara umum dinilai sukses, fokus pada pemain yang cerdas, serbaguna, dan beretos kerja tinggi.
Meskipun Arsenal harus mengakui kegagalan transfer ini, mereka diperkirakan akan mempertahankan Ambisi Arsenal di bursa transfer mendatang.
Bagi Emmanuel Petit, kekagumannya terhadap Moises Caicedo dan Alexis Mac Allister adalah cerminan dari kualitas teknis tinggi dan etos kerja yang sangat dihargai oleh proyek Mikel Arteta.
Editor : Pujo Nugroho