Capello mendesak manajemen Inter Milan agar tidak menunda-nunda keputusan terkait status pemain belakang tersebut.
Akanji saat ini sedang menjalani masa pinjaman di Inter Milan dari Manchester City untuk satu musim, dengan klub memiliki opsi pembelian permanen senilai €15 juta.
Menurut Capello, manajemen Inter seharusnya sudah melihat cukup banyak bukti kualitas yang meyakinkan mereka untuk mengaktifkan opsi permanen Akanji tersebut.
Capello memberikan pujian tinggi terhadap performa Manuel Akanji di lini pertahanan Nerazzurri. Menurutnya, dengan pengalaman dan kualitas yang ditunjukkan bek Swiss berusia 30 tahun itu, ia sangat layak dipertahankan.
Capello bahkan membandingkan Akanji dengan pemain cerdas lainnya di lini tengah. Dia mengatakan kepada La Gazzetta dello Sport:
“Dia telah menunjukkan nilai yang besar, dia memiliki pengalaman dan kualitas. Dalam beberapa hal, dia sedikit mirip dengan Modric Inter, meskipun dia belum mencapai levelnya.” Capello menyimpulkan bahwa mencari bek yang lebih baik dengan harga yang sama akan sulit.
Menanggapi dilema usia Akanji yang sudah mencapai 30 tahun, Fabio Capello justru melihatnya sebagai keuntungan, terutama di Liga Italia yang cenderung lebih lambat. Capello percaya bahwa Akanji masih mampu berkontribusi maksimal untuk jangka waktu yang signifikan.
“Apakah saya akan membelinya lagi? Dengan pemain berusia 30 tahun seperti dia, tentu saja, di liga seperti Italia, dia bisa dengan mudah bermain tiga tahun lagi. Dalam hal itu, Inter harus bertanya pada diri sendiri: apa yang lebih baik yang bisa saya temukan?” Saran dari Capello ini mendorong Inter Milan untuk segera mengambil keputusan pembelian Manuel Akanji yang memiliki harga transfer terjangkau.
Selain membahas Akanji, Capello juga turut memberikan pujian tinggi terhadap Luka Modric dan dampak yang dibawanya bagi AC Milan musim ini. Baginya, kecerdasan pemain veteran seperti Modric sangat berharga di Sepak Bola Italia.
“Dia memiliki kecerdasan yang superior, dia bisa memprediksi permainan dan karenanya bisa tiba di sana lebih awal,” puji Capello. Ia bahkan memberikan metafora menarik mengenai lambatnya tempo permainan di liga domestik. “Sepak bola Italia begitu lambat sehingga saat dia mendapatkan bola, dia sudah membaca buku dan menutupnya.” Komentar Capello ini menggarisbawahi pentingnya pengalaman dan kecerdasan pemain dalam skuad Serie A.(*)
Editor : Redaksi Lombok Post