Gol dramatis Salah memastikan kemenangan Mesir atas Zimbabwe dalam laga perdana Grup A yang berlangsung di Adrar Stadium, Agadir. Dalam pertandingan tersebut, Mesir sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Prince Dube pada menit ke-20.
Skuad berjuluk The Pharaohs baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-64 lewat aksi penyerang Manchester City, Omar Marmoush.
Kemenangan akhirnya dipastikan oleh Salah pada masa injury time babak kedua (90+1). Gol penentu tersebut sekaligus menjadi pembuktian bagi pemain berusia 33 tahun itu di tengah sorotan publik.
Dukungan Moral bagi Sang Kapten
Pelatih tim nasional Mesir, Hossam Hassan, memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Salah. Menurutnya, seluruh elemen tim berkomitmen untuk terus mendukung pemain berjuluk The Egyptian King tersebut, terutama saat menghadapi masa-masa sulit di level klub.
’’Saat Salah berada dalam situasi sulit di klubnya atau mengalami momen sial saat kembali ke timnas, kami membantunya,’’ kata Hassan seperti dilansir dari FilGoal.
Hassan menekankan bahwa kehadiran Salah memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi rekan-rekan setimnya.
’’Aku yakin Salah bisa membuat perbedaan bagi kami. Dia penting bagi kami secara moral, dan golnya mengirimkan pesan bahwa kehadirannya di sini akan membantu kami meraih kemenangan,’’ sambungnya.
Selain membawa poin penuh bagi Mesir, gol tersebut menorehkan sejarah baru bagi karier profesional Mohamed Salah. Ia kini tercatat selalu mencetak gol dalam lima edisi beruntun Piala Afrika.
Pencapaian ini menyamai rekor legendaris yang sebelumnya dipegang oleh dua ikon sepak bola Afrika, yakni Didier Drogba (Pantai Gading) dan Kalusha Bwalya (Zambia). Rekor ini mempertegas status Salah sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah turnamen antarnegara di benua hitam tersebut.
Editor : Redaksi Lombok Post