Pelatih asal Inggris tersebut dipilih setelah dinilai memenuhi sejumlah kriteria strategis yang ditetapkan oleh federasi, termasuk kesediaan untuk berkolaborasi dengan jajaran pelatih lokal.
Selain faktor teknis, mantan pelatih timnas Kanada dan Toronto FC ini juga menyatakan komitmennya untuk menetap di Indonesia guna memantau perkembangan sepak bola nasional secara langsung.
Meskipun kesepakatan telah tercapai, PSSI sejauh ini belum melakukan peresmian secara publik. Kepala Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menjelaskan bahwa saat ini federasi masih menyelesaikan tahap finalisasi administrasi kontrak.
”Kami masih memproses kontrak. Paling lambat akhir Januari akan kami informasikan ke publik,” ujar Sumardji melalui pesan singkat, Senin (29/12/2025).
Penundaan pengumuman hingga akhir bulan depan dinilai tidak akan mengganggu agenda skuad Garuda. Berdasarkan kalender internasional, agenda perdana Herdman bersama timnas Indonesia baru akan dimulai pada Maret mendatang dalam ajang FIFA Series 2026.
Tugas utama Herdman adalah mempersiapkan timnas Indonesia menuju gelaran Piala Asia 2027. PSSI secara spesifik menetapkan target ambisius, yakni menembus babak delapan besar atau perempat final.
Target ini merupakan peningkatan dari pencapaian sebelumnya di Piala Asia 2023, di mana Indonesia yang saat itu di bawah arahan Shin Tae-yong (STY) berhasil mencapai babak 16 besar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelatih berusia 50 tahun tersebut akan mendapatkan kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan selama dua tahun berikutnya.
Terkait kompensasi, laporan dari media Kanada, Canadian Soccer Daily, menyebutkan bahwa John Herdman akan menerima gaji sebesar 40.000 dollar AS atau berkisar Rp 670 juta per bulan.
Nominal tersebut tergolong kompetitif jika dibandingkan dengan pelatih-pelatih asing sebelumnya. Sebagai gambaran, saat menangani timnas Indonesia, Patrick Kluivert dikabarkan menerima bayaran pada kisaran Rp 1,3 miliar hingga Rp 1,5 miliar per bulan. Nilai kontrak Herdman yang lebih efisien diharapkan memberikan ruang fiskal yang lebih baik bagi PSSI dalam pengembangan program tim nasional lainnya.
Editor : Redaksi Lombok Post