Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Chelsea Pecat Enzo Maresca, Liam Rosenior Muncul sebagai Kandidat Kuat Suksesor

Redaksi Lombok Post • Jumat, 2 Januari 2026 | 23:54 WIB

Logo Chelsea
Logo Chelsea
LombokPost  — Manajemen Chelsea resmi mengakhiri kerja sama dengan manajer Enzo Maresca pada Kamis (1/1/2026) malam waktu setempat.

Keputusan ini memicu berbagai spekulasi mengenai sosok juru taktik yang akan menakhodai klub asal London Barat tersebut di Stamford Bridge.

Sejumlah nama besar mulai dikaitkan dengan posisi lowong tersebut, mulai dari Xavi Hernandez yang saat ini berstatus tanpa klub, hingga beberapa manajer aktif seperti Andoni Iraola (AFC Bournemouth), Oliver Glasner (Crystal Palace), Cesc Fabregas (Como 1907), serta Liam Rosenior (RC Strasbourg).

Di antara nama-nama tersebut, Liam Rosenior mencuat sebagai kandidat kuat.

Meskipun namanya mungkin kurang familiar di telinga publik Inggris dibandingkan kandidat lain, keberhasilannya membawa RC Strasbourg menembus posisi tujuh besar klasemen sementara Ligue 1 musim ini menjadi nilai jual yang signifikan.

Faktor Afiliasi BlueCo dan Todd Boehly Peluang Rosenior untuk menangani The Blues juga diperkuat oleh faktor kepemilikan klub.

Chelsea dan Strasbourg berada di bawah naungan konsorsium yang sama, yakni BlueCo. Salah satu pendiri konsorsium asal Amerika Serikat tersebut adalah pemilik Chelsea, Todd Boehly.

Kedekatan struktur organisasi ini dinilai akan memudahkan proses transisi jika manajemen Chelsea akhirnya menjatuhkan pilihan kepada pelatih kelahiran Wandsworth tersebut.

Filosofi Manajemen Ruang Ganti Dalam sebuah sesi wawancara dengan The Times, pelatih berusia 41 tahun tersebut pernah memaparkan pendekatannya dalam mengelola tim yang bertabur pemain bintang.

Rosenior menekankan pentingnya kedisiplinan dan kepercayaan sebagai fondasi utama di dalam klub. ”Hal pertama yang akan aku katakan kepada mereka adalah: ’Kalian harus bisa dipercaya dan menjalani latihan dengan benar untuk bisa menjadi bagian dari klub’,’’ beber Rosenior.

Ia menyadari tantangan besar dalam menangani ego para pemain di klub papan atas. Menurutnya, seorang pelatih harus memiliki otoritas yang kuat untuk menjaga stabilitas tim.

”Aku harus mendapatkan respek dari para pemain karena realita saat ini, kendali ruang ganti terkadang bukan berada di pelatih, melainkan ada di pemain,’’ imbuh pelatih berkebangsaan Inggris tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Chelsea belum memberikan pernyataan resmi mengenai target waktu penunjukan manajer baru. Namun, mengingat jadwal padat di awal tahun, manajemen diharapkan segera mengambil keputusan guna menjaga stabilitas tim di kompetisi domestik.

Editor : Redaksi Lombok Post
#chelsea #Enzo Maresca #Liam Rosenior